1/21/17

Membuka Rahasia Istri

عن أَبي سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا
Dari Abu Sa'id Al Khudri RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya manusia
yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah suami yang bersetubuh istrinya dan istri yang bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami tersebut menyebarkan rahasia istrinya.'" {Muslim 4/157}

Catatan Syaikh Al-Albani:
Aku berkata. "Pada sanad hadits ini terdapat Umar bin Hamzah Al Umari, Ibnu Ma'in dan Nasa'i menganggapnya dha'if (lemah). Imam Ahmad berkata, "Hadits-haditsnya mungkar. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab Al Mizan karangan Adz-Dzahabi, ia menuturkan hadits ini dan berkata, "Hadits Umar inilah yang dianggap munkar." Aku berkata. "Umar telah meriwayatkan hadits lain yang berbunyi, 'Bahwasanya amanah yang paling besar (pertanggungjawabannya) pada hari kiamat adalah laki-laki yang menyebarkan rahasia istrinya.' Seolah-olah terdapat pertentangan pada hadits ini. Umar juga meriwayatkan hadits lain, yang melarang minum sambil berdiri."