1/21/17

Allah SWT Menutupi Aib Hamba-Nya Tetapi Hamba Itu Sendiri Membukanya

عن أَبي هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ أُمَّتِي مُعَافَاةٌ إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْإِجْهَارِ أَنْ يَعْمَلَ الْعَبْدُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحُ قَدْ سَتَرَهُ رَبُّهُ فَيَقُولُ يَا فُلَانُ قَدْ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ فَيَبِيتُ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Setiap umatku
akan mendapat perlindungan (pengampunan), kecuali orang-orang yang membuka aib mereka sendiri. Termasuk perbuatan ini ialah orang yang pada malam hari melakukan suatu perbuatan keji, lalu ketika menjelang pagi Allah 'Azza wa Jalla telah menutupinya, tetapi orang itu berkata kepada orang lain, "Tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu," padahal semalam Allah menutupinya namun di pagi harinya orang tersebut membuka apa yang ditutupi oleh Allah."'" {Muslim 4/224}