1/25/17

Memberi Nafkah Hamba Sahaya dan Dosa Orang yang Menahan Makanan Mereka

عَنْ خَيْثَمَةَ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو إِذْ جَاءَهُ قَهْرَمَانٌ لَهُ فَدَخَلَ فَقَالَ أَعْطَيْتَ الرَّقِيقَ قُوتَهُمْ قَالَ لَا قَالَ فَانْطَلِقْ فَأَعْطِهِمْ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ
Dari Khaitsamah, dia berkata, "Kami pernah duduk bersama Abdullah bin Amru RA, tiba-tiba
datanglah pembantunya, lalu masuk ke dalam rumah. Kemudian Abdullah bin Amru bertanya kepada Khaitsamah, 'Sudahkah kamu beri makan budak itu?' Khatsamah menjawab, 'Belum.' Aku berkata, 'Pergilah, lalu berilah mereka makan." Abdullah bin Amru berkata, "Rasulullah berkata, 'Cukuplah dosa seseorang karena tidak memberi makan orang yang menjadi tanggungannya.'''" {Muslim 3/78}