1/25/17

Anjuran Mengutamakan Nafkah Pada Diri Sendiri, Lalu Keluarga dan Kerabat Dekat

عَنْ جَابِرٍ قَالَ أَعْتَقَ رَجُلٌ (زاد في رواية: مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو مَذْكُورٍ) مِنْ بَنِي عُذْرَةَ عَبْدًا لَهُ عَنْ دُبُرٍ (في الرواية الإخرى: يُقَالُ لَهُ يَعْقُوبُ) فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَكَ مَالٌ غَيْرُهُ فَقَالَ لَا فَقَالَ مَنْ يَشْتَرِيهِ مِنِّي فَاشْتَرَاهُ نُعَيْمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْعَدَوِيُّ بِثَمَانِ مِائَةِ دِرْهَمٍ فَجَاءَ بِهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَفَعَهَا إِلَيْهِ ثُمَّ قَالَ ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا يَقُولُ فَبَيْنَ يَدَيْكَ وَعَنْ يَمِينِكَ وَعَنْ شِمَالِكَ
Dari Jabir RA, dia berkata, "Seorang laki-laki dari bani Udzrah memerdekakan budaknya (terdapat
tambahan dalam satu riwayat, 'Dari kaum Anshar yang bernama Abu Madzkur), dengan cara mudabbar (seorang majikan berkata kepada hamba sahayanya, "Kamu merdeka setelah aku mati."-ed) (Dalam riwayat lain: bernama Ya'qub) lalu berita itu sampai kepada Rasulullah SAW, maka beliau bertanya, 'Apakah kamu mempunyai harta selain budak tersebut?' Laki-laki itu menjawab, Tidak.' Kemudian Rasulullah SAW menawarkan budak ini kepada kaum muslimin, 'Siapa yang ingin membeli budak ini dariku? Lalu budak itu dibeli oleh Nu'aim bin Abdullah Al Adawi dengan harga 100 dirham, kemudian uang tersebut dibawa oleh Rasulullah SAW untuk diserahkan kepadanya. Rasululah bersabda kepada laki-laki itu, 'Dahulukan dirimu sendiri sebagai sadaqah. Jika ada kelebihan maka untuk keluargamu, jika ada kelebihan maka untuk sanak kerabatmu, dan jika masih ada kelebihan maka untuk seterusnya dan seterusnya' Beliau berkata. 'Maka untuk orang-orang yang di depanmu, di kananmu, dan di kirimu (tetanggamu).'" {Muslim 3/78-79}