1/16/17

Larangan Telanjang

جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْقُلُ مَعَهُمْ الْحِجَارَةَ لِلْكَعْبَةِ وَعَلَيْهِ إِزَارُهُ فَقَالَ لَهُ الْعَبَّاسُ عَمُّهُ يَا ابْنَ أَخِي لَوْ حَلَلْتَ إِزَارَكَ فَجَعَلْتَهُ عَلَى مَنْكِبِكَ دُونَ الْحِجَارَةِ قَالَ فَحَلَّهُ فَجَعَلَهُ عَلَى مَنْكِبِهِ فَسَقَطَ مَغْشِيًّا عَلَيْهِ قَالَ فَمَا رُئِيَ بَعْدَ ذَلِكَ الْيَوْمِ عُرْيَانًا
Dari Jabir bin Abdullah, bahwasanya Rasulullah SAW bersama-sama orang banyak mengangkat
batu untuk memperbaiki Ka'bah dengan menggunakan sarung. Kemudian paman beliau Abbas, berkata kepadanya, "Wahai keponakanku! sebaiknya kamu letakkan kainmu itu di atas pundakmu untuk alas batu." Jabir berkata, "Maka Rasulullah meletakkan sarungnya di atas pundaknya, tiba-tiba beliau jatuh pingsan." Jabir berkata, "Sejak itu Rasulullah tidak pernah terlihat telanjang lagi." [Muslim 1/184}