1/27/17

Larangan Menjual Khamer

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَعْلَةَ السَّبَإِيِّ مِنْ أَهْلِ مِصْرَ أَنَّهُ سَأَلَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ عَمَّا يُعْصَرُ مِنْ الْعِنَبِ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ إِنَّ رَجُلًا أَهْدَى لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاوِيَةَ خَمْرٍ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ عَلِمْتَ أَنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَهَا قَالَ لَا فَسَارَّ إِنْسَانًا فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَ سَارَرْتَهُ فَقَالَ أَمَرْتُهُ بِبَيْعِهَا فَقَالَ إِنَّ الَّذِي حَرَّمَ شُرْبَهَا حَرَّمَ بَيْعَهَا قَالَ فَفَتَحَ الْمَزَادَةَ حَتَّى ذَهَبَ مَا فِيهَا
Dari Abdurahman bin Wa'lah As Saba'i (seorang penduduk Mesir), bahwa ia pernah bertanya kepada
Abdullah bin Abbas tentang hasil perasan anggur? Ibnu Abbas menjawab, "Dahulu pernah ada seorang lelaki yang menghadiahkan Rawiyah (kantung minuman yang terbuat dari kulit) khamar kepada Rasulullah SAW. Kemudian, beliau bertanya kepada laki-laki tersebut, 'Tidak tahukah kamu bahwa Allah telah mengharamkannya' Lelaki itu menjawab, 'Tidak. Sungguh saya tidak tahu ya Rasulullah." Lalu lelaki tersebut berbisik kepada seseorang (di sebelahnya). Rasulullah langsung menegurnya, 'Apa yang kamu bisikkan kepada teman di sebelahmu' Lelaki itu menjawab, 'Saya menyuruhnya untuk menjual khamer ini.' Mendengar jawaban lelaki tersebut, Rasulullah langsung berkata, 'Sesungguhnya Allah, merupakan dzat yang mengharamkan untuk meminum khamer, juga telah mengharamkan untuk menjualnya' Akhirnya, lelaki itu membuka tempat minuman, hingga keluarlah khamer yang ada di dalamnya." {Muslim: 5/40}