1/19/17

Hari Haji yang Besar

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَعَثَنِي أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ فِي الْحَجَّةِ الَّتِي أَمَّرَهُ عَلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ فِي رَهْطٍ يُؤَذِّنُونَ فِي النَّاسِ يَوْمَ النَّحْرِ لَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَكَانَ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقُولُ يَوْمُ النَّحْرِ يَوْمُ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ مِنْ أَجْلِ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Aku pernah diutus oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk
melaksanakan haji yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebelum haji wada' bersama suatu rombongan, untuk memberikan pengumuman kepada kaum muslimin pada hari kurban (yang isi pengumuman tersebut adalah), "Setelah tahun ini orang musyrik tidak boleh berhaji dan orang yang telanjang (tidak menutup aurat) tidak boleh tawaf di Baitullah.'" Kata Ibnu Svihab, "Humaid bin Abdurrahman mengatakan. 'Hari kurban adalah haji besar, menurut hadits Abu Hurairah tersebut.'"' {Muslim 4/106-107}