1/21/17

Barang Siapa Pulang dari Bepergian maka Janganlah Segera Menemui Istrinya, agar Ia Berdandan Dahulu

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ فَلَمَّا أَقْبَلْنَا تَعَجَّلْتُ عَلَى بَعِيرٍ لِي قَطُوفٍ فَلَحِقَنِي رَاكِبٌ خَلْفِي فَنَخَسَ بَعِيرِي بِعَنَزَةٍ كَانَتْ مَعَهُ فَانْطَلَقَ بَعِيرِي كَأَجْوَدِ مَا أَنْتَ رَاءٍ مِنْ الْإِبِلِ فَالْتَفَتُّ فَإِذَا أَنَا بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا يُعْجِلُكَ يَا جَابِرُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي حَدِيثُ عَهْدٍ بِعُرْسٍ فَقَالَ أَبِكْرًا تَزَوَّجْتَهَا أَمْ ثَيِّبًا قَالَ قُلْتُ بَلْ ثَيِّبًا قَالَ هَلَّا جَارِيَةً تُلَاعِبُهَا وَتُلَاعِبُكَ قَالَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ ذَهَبْنَا لِنَدْخُلَ فَقَالَ أَمْهِلُوا حَتَّى نَدْخُلَ لَيْلًا أَيْ عِشَاءً كَيْ تَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ وَتَسْتَحِدَّ الْمُغِيبَةُ قَالَ وَقَالَ إِذَا قَدِمْتَ فَالْكَيْسَ الْكَيْسَ
Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, "Kami pernah ikut serta bersama Rasulullah SAW dalam
suatu pertempuran. Setelah selesai, aku segera naik untaku yang jalannya sangat lamban. Sehingga aku disusul oleh penunggang di belakangku, lalu ia menusuk (menekan) untaku dengan tombak kecilnya sehingga untaku berjalan sebagaimana unta-unta yang lain. Lalu aku menoleh, dan tiba-tiba ada Rasulullah SAW, kemudian beliau bertanya, 'Kenapa kamu tergesah-gesah, hai Jabir?' Aku menjawab, 'Ya Rasulullah! Saya ini pengantin baru.' Beliau bertanya lagi, 'Gadis atau janda yang kamu nikahi?' Aku menjawab, 'Janda.' Rasulullah SAW bertanya lagi, 'Mengapa kamu tidak memilih gadis sehingga bisa saling bermesraan denganmu?"' Jabir berkata, "Ketika kami sampai di Madinah, kami bersiap-siap masuk, tapi Rasulullah SAW bersabda, ' Tangguhkanlah sampai kita memasuki malam hari, agar para istri berdandan dan merapikan rambutnya dahulu?" Kata Jabir, "Rasulullah juga mengatakan, 'Dengan demikian, maka ketika kamu datang istrimu benar-benar cantik' {Muslim 4/176}