1/25/17

Anak Tiri dan Saudara Istri Haram Dinikahi

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ لَهُ هَلْ لَكَ فِي أُخْتِي بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ فَقَالَ أَفْعَلُ مَاذَا قُلْتُ تَنْكِحُهَا قَالَ أَوَ تُحِبِّينَ ذَلِكِ قُلْتُ لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ وَأَحَبُّ مَنْ شَرِكَنِي فِي الْخَيْرِ أُخْتِي قَالَ فَإِنَّهَا لَا تَحِلُّ لِي قُلْتُ فَإِنِّي أُخْبِرْتُ أَنَّكَ تَخْطُبُ دُرَّةَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ بِنْتَ أُمِّ سَلَمَةَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ لَوْ أَنَّهَا لَمْ تَكُنْ رَبِيبَتِي فِي حِجْرِي مَا حَلَّتْ لِي إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ أَرْضَعَتْنِي وَأَبَاهَا ثُوَيْبَةُ فَلَا تَعْرِضْنَ عَلَيَّ بَنَاتِكُنَّ وَلَا أَخَوَاتِكُنَّ
Dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan RA, dia berkata, "Rasulullah SAW masuk ke rumahku, lalu
aku bertanya kepada beliau, 'Apakah engkau berminat terhadap saudariku, binti Sufyan?' Beliau bertanya, 'Apa yang akan aku lakukan?' Ummu Habibah berkata, 'Ya engkau nikahi!' Beliau bertanya, 'Kamu senang hal itu? Ummu Habibah berkata, 'Aku tidak berbasa-basi dengan engkau, dan aku lebih senang jika orang yang bersamaku dalam kebaikan adalah saudara perempuanku sendiri.' Beliau berkata, 'Dia tidak halal aku nikahi' Aku (Ummu Habibah) berkata, 'Aku mendengar kabar bahwa engkau melamar Durrah binti Abu Salamah.' Rasulullah SAW menjawab, "Putri Abu Salamah." Aku katakan, 'Ya.' Beliau berkata, 'Seandainya dia bukan anak tiriku yang dalam asuhanku, maka dia tetap tidak halal aku nikahi, karena dia adalah putri saudara laki-lakiku dari hubungan susuan. Tsawaibah pernah menyusuiku dan ayah Durraj. Oleh karena itu, janganlah kalian menawarkan anak-anak perempuan kalian dan saudara-saudara perempuan kalian!."' {Muslim 4/165}