3/8/17

Wafatnya Nabi Musa AS

عن أَبي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ لَهُ أَجِبْ رَبَّكَ قَالَ فَلَطَمَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام عَيْنَ مَلَكِ الْمَوْتِ فَفَقَأَهَا قَالَ فَرَجَعَ الْمَلَكُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى فَقَالَ إِنَّكَ أَرْسَلْتَنِي إِلَى عَبْدٍ لَكَ لَا يُرِيدُ الْمَوْتَ وَقَدْ فَقَأَ عَيْنِي قَالَ فَرَدَّ اللَّهُ إِلَيْهِ عَيْنَهُ وَقَالَ ارْجِعْ إِلَى عَبْدِي فَقُلْ الْحَيَاةَ تُرِيدُ فَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ الْحَيَاةَ فَضَعْ يَدَكَ عَلَى مَتْنِ ثَوْرٍ فَمَا تَوَارَتْ يَدُكَ مِنْ شَعْرَةٍ فَإِنَّكَ تَعِيشُ بِهَا سَنَةً قَالَ ثُمَّ مَهْ قَالَ ثُمَّ تَمُوتُ قَالَ فَالْآنَ مِنْ قَرِيبٍ رَبِّ أَمِتْنِي مِنْ الْأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللَّهِ لَوْ أَنِّي عِنْدَهُ لَأَرَيْتُكُمْ قَبْرَهُ إِلَى جَانِبِ الطَّرِيقِ عِنْدَ الْكَثِيبِ الْأَحْمَرِ
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, Pada suatu ketika malaikat
pencabut nyawa datang kepada Musa Alaihis-Salam. Lalu malaikat pencabut nyawa tersebut berkata kepadanya, "Hai Musa, penuhilah panggilan Tuhanmu!" Maka Nabi Musa Alaihis-Salam merasa geram dan menampar mata malaikat tersebut hingga keluar matanya. Kemudian malaikat pencabut nyawa itu pulang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta 'ala seraya berkata, "Ya Tuhanku, Engkau telah mengutusku kepada hamba-mu. Tetapi hamba-Mu yang satu ini rupanya tidak ingin segera mati dan bahkan ia menampar mataku hingga keluar." Lalu Allah Subhanahu wa Ta 'ala mengembalikan mata malaikat itu seraya bertitah, "Kembalilah kepada hamba-Ku itu dan katakanlah kepadanya, 'Apakah kamu, hai Musa, masih ingin hidup? Jika kamu masih ingin hidup, maka letakkan tanganmu di atas punggung sapi. Kalau tanganmu dapat tertutup oleh bulunya, niscaya kamu akan dapat hidup setahun lagi." Akhirnya malaikat pencabut nyawa itu datang kembali menemui Nabi Musa sambil menyampaikan titah Allah kepadanya. Lalu Musa bertanya, "Hai malaikat pencabut nyawa, bagaimana halnya jika tanganku tidak dapat tertutup oleh bulu sapi itu?" Maka malaikat pencabut nyawa itu menjawab, "Kalau begitu kamu pasti akan mati." "Ya Rabbi, "seru Musa, "sepertinya ajal hamba telah dekat. Oleh karena itu, dekatkanlah hamba ke tanah yang diberkati sejauh lemparan satu batu." Rasulullah pun berkata, "Demi Allah, seandainya aku berada di tempat itu, tentu aku akan tunjukan kepadamu kuburannya di suatu jalan di sisi bukit pasir merah." {Muslim 7/100}