3/13/17

Turunnya Kedamaian {Ketenangan} Karena Ada Al Quran yang Dibaca

عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ كَانَ رَجُلٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْكَهْفِ وَعِنْدَهُ فَرَسٌ مَرْبُوطٌ بِشَطَنَيْنِ فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ فَجَعَلَتْ تَدُورُ وَتَدْنُو وَجَعَلَ فَرَسُهُ يَنْفِرُ مِنْهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ لِلْقُرْآنِ
Dari Al Barra', dia berkata, "Pernah ada seorang laki-laki yang sedang membaca surah Al Kahfi,
sementara di sampingnya ada seekor kuda yang diikat dengan dua tali. Tak lama kemudian, ada awan yang menutupinya. Lalu awan tersebut terus berputar dan mendekatinya, hingga kuda tersebut berusaha lari dan menghindar. Keesokan harinya, laki-laki tersebut datang menemui Rasulullah SAW dan menceritakan semua peristiwa itu kepada beliau. Setelah mendengar ceritanya itu, Rasulullah pun bersabda, 'Itu adalah malaikat pembawa kedamaian yang turun karena bacaan Al Qur'an' {Muslim 2/193}
عن أَبي سَعِيدٍ الْخُدْرِيّ: أَنَّ أُسَيْدَ بْنَ حُضَيْرٍ بَيْنَمَا هُوَ لَيْلَةً يَقْرَأُ فِي مِرْبَدِهِ إِذْ جَالَتْ فَرَسُهُ فَقَرَأَ ثُمَّ جَالَتْ أُخْرَى فَقَرَأَ ثُمَّ جَالَتْ أَيْضًا قَالَ أُسَيْدٌ فَخَشِيتُ أَنْ تَطَأَ يَحْيَى فَقُمْتُ إِلَيْهَا فَإِذَا مِثْلُ الظُّلَّةِ فَوْقَ رَأْسِي فِيهَا أَمْثَالُ السُّرُجِ عَرَجَتْ فِي الْجَوِّ حَتَّى مَا أَرَاهَا قَالَ فَغَدَوْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَيْنَمَا أَنَا الْبَارِحَةَ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ أَقْرَأُ فِي مِرْبَدِي إِذْ جَالَتْ فَرَسِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ ابْنَ حُضَيْرٍ قَالَ فَقَرَأْتُ ثُمَّ جَالَتْ أَيْضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ ابْنَ حُضَيْرٍ قَالَ فَقَرَأْتُ ثُمَّ جَالَتْ أَيْضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ ابْنَ حُضَيْرٍ قَالَ فَانْصَرَفْتُ وَكَانَ يَحْيَى قَرِيبًا مِنْهَا خَشِيتُ أَنْ تَطَأَهُ فَرَأَيْتُ مِثْلَ الظُّلَّةِ فِيهَا أَمْثَالُ السُّرُجِ عَرَجَتْ فِي الْجَوِّ حَتَّى مَا أَرَاهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْمَلَائِكَةُ كَانَتْ تَسْتَمِعُ لَكَ وَلَوْ قَرَأْتَ لَأَصْبَحَتْ يَرَاهَا النَّاسُ مَا تَسْتَتِرُ مِنْهُمْ
Dari Abu Said Al Khudri RA, bahwasanya pada suatu malam, Usaid bin Khudhair RA sedang membaca Al Qur'an di dekat penambatan kudanya. Tiba-tiba kudanya itu berputar-putar. Lalu ia membaca Al Quran lagi, maka tiba-tiba kudanya itu berputar-putar lagi. Kemudian ia membaca Al-Qur'an lagi, tiba-tiba kudanya berputar-putar lagi. Usaid berkata, "Karena khawatir, kalau-kalau kuda itu menginjak Yahya, maka ia pun mendekatinya. Namun, tanpa saya sadari sebelumnya, tiba-tiba di atas kepala saya ada awan yang berisi semacam lampu yang bersinar yang naik ke atas hingga akhirnya saya pun tidak dapat melihatnya." Usaid berkata, "Esok harinya saya pun pergi menemui Rasulullah SAW seraya bertanya, 'Ya Rasulullah, tadi malam saya sedang membaca Al Qur'an di dekat penambatan kuda saya, tiba-tiba kuda tersebut terus berputar-putar. Ada apakah sebenarnya ya Rasulullah?' Rasulullah SAW bersabda, "Teruskanlah ceritamu itu hai putera Hudhair!" Usaid bin Khudair berkata, "Saya pun akhirnya membaca Al Qur'an lagi, tetapi tiba-tiba kuda saya terus berputar-putar lagi." Rasulullah SAW bersabda, "Teruskanlah ceritamu hai putera Hudhair!" Usaid bin Hudhair berkata, "Lalu saya teruskan bacaan Al Qur'an saya dan tiba-tiba kuda saya terus berputar-putar." Rasulullah SAW bersabda, "Teruskanlah ceritamu itu hai putera Hudhair!' Usaid bin Hudhair berkata, "Kemudian saya berpaling di mana pada saat itu Yahya ada di dekat kuda tersebut sehingga saya khawatir kalau-kalau kuda itu akan menginjaknya. Tiba-tiba saya melihat semacam awan yang berisi cahaya yang naik ke atas, hingga akhirnya saya tidak dapat melihatnya lagi." Lalu Rasulullah pun bersabda, "Itu adalah para malaikat yang mendengarkan bacaan Al Qura'nmu. Seandainya kamu terus membacanya, niscaya orang lain pasti akan dapat melihat para malaikat sebagaimana yang kamu lihat itu" {Muslim 2/194}