3/13/17

Sesungguhnya Allah Senang Kepada Orang yang Bertakwa, Merasa Cukup dan Beribadah dengan Penuh Ketulusan dalam Kesunyian

عن عَامِر بْن سَعْدٍ قَالَ كَانَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ فِي إِبِلِهِ فَجَاءَهُ ابْنُهُ عُمَرُ فَلَمَّا رَآهُ سَعْدٌ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الرَّاكِبِ فَنَزَلَ فَقَالَ لَهُ أَنَزَلْتَ فِي إِبِلِكَ وَغَنَمِكَ وَتَرَكْتَ النَّاسَ يَتَنَازَعُونَ الْمُلْكَ بَيْنَهُمْ فَضَرَبَ سَعْدٌ فِي صَدْرِهِ فَقَالَ اسْكُتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ
Dari Amir bin Sa'ad, dia berkata, "Pada suatu ketika, Sa'ad bin Abu Waqqash RA sedang berada di
atas untanya. Kemudian puteranya yang bernama Umar pergi menemui. Ketika Sa'ad bin Abu Waqqash memperhatikannya, maka Umar pun berkata, 'Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan pengendara unta itu.' Kemudian Sa'ad berhenti dan langsung ditanya oleh anak lelakinya, Umar, "Wahai ayah, mengapa ayah enak-enakan dengan mengendarai unta dan mengurus kambing, serta menjauhi orang-orang yang berebut kekuasaan?" Mendengar pertanyaan anaknya itu, Sa'ad pun langsung menepuk dada puteranya, Umar, sambil berkata, "Diam! wahai anakku, saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah senang kepada orang yang bertakwa, merasa cukup, dan beribadah dengan tulus dalam kesunyian:" {Muslim 8/214-215}