عن سَعْد بْن أَبِي وَقَّاصٍ يَقُولُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَوَّلُ رَجُلٍ مِنْ الْعَرَبِ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَقَدْ كُنَّا نَغْزُو مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَنَا طَعَامٌ نَأْكُلُهُ إِلَّا وَرَقُ الْحُبْلَةِ وَهَذَا السَّمُرُ حَتَّى إِنَّ أَحَدَنَا لَيَضَعُ كَمَا تَضَعُ الشَّاةُ ثُمَّ أَصْبَحَتْ بَنُو أَسَدٍ تُعَزِّرُنِي عَلَى الدِّينِ لَقَدْ خِبْتُ إِذًا وَضَلَّ عَمَلِي
|
Dari Sa'ad bin Abu Waqqash RA, dia berkata, "Demi Allah, sesungguhnya saya adalah orang Arab
pertama yang menjadi pasukan pemanah dalam Islam dalam perjuangan membela agama Allah. Kami pernah berperang menyertai Rasulullah SAW yang pada saat itu tidak ada makanan yang dapat kami makan kecuali pohon yang berduri dan daun samur, hingga kotoran kami seperti kotoran kambing. Tak lama kemudian Bani Asad mengatakan kelengahan dan kesia-siaan kami terhadap agama. Sungguh saya telah mengalami kegagalan dan tersesatlah perbuatanku." {Muslim 8/215}
|
عَنْ خَالِدِ بْنِ عُمَيْرٍ الْعَدَوِيِّ قَالَ خَطَبَنَا عُتْبَةُ بْنُ غَزْوَانَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ الدُّنْيَا قَدْ آذَنَتْ بِصَرْمٍ وَوَلَّتْ حَذَّاءَ وَلَمْ يَبْقَ مِنْهَا إِلَّا صُبَابَةٌ كَصُبَابَةِ الْإِنَاءِ يَتَصَابُّهَا صَاحِبُهَا وَإِنَّكُمْ مُنْتَقِلُونَ مِنْهَا إِلَى دَارٍ لَا زَوَالَ لَهَا فَانْتَقِلُوا بِخَيْرِ مَا بِحَضْرَتِكُمْ فَإِنَّهُ قَدْ ذُكِرَ لَنَا أَنَّ الْحَجَرَ يُلْقَى مِنْ شَفَةِ جَهَنَّمَ فَيَهْوِي فِيهَا سَبْعِينَ عَامًا لَا يُدْرِكُ لَهَا قَعْرًا وَ وَاللَّهِ لَتُمْلَأَنَّ أَفَعَجِبْتُمْ وَلَقَدْ ذُكِرَ لَنَا أَنَّ مَا بَيْنَ مِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ أَرْبَعِينَ سَنَةً وَلَيَأْتِيَنَّ عَلَيْهَا يَوْمٌ وَهُوَ كَظِيظٌ مِنْ الزِّحَامِ وَلَقَدْ رَأَيْتُنِي سَابِعَ سَبْعَةٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَنَا طَعَامٌ إِلَّا وَرَقُ الشَّجَرِ حَتَّى قَرِحَتْ أَشْدَاقُنَا فَالْتَقَطْتُ بُرْدَةً فَشَقَقْتُهَا بَيْنِي وَبَيْنَ سَعْدِ بْنِ مَالِكٍ فَاتَّزَرْتُ بِنِصْفِهَا وَاتَّزَرَ سَعْدٌ بِنِصْفِهَا فَمَا أَصْبَحَ الْيَوْمَ مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا أَصْبَحَ أَمِيرًا عَلَى مِصْرٍ مِنْ الْأَمْصَارِ وَإِنِّي أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ فِي نَفْسِي عَظِيمًا وَعِنْدَ اللَّهِ صَغِيرًا وَإِنَّهَا لَمْ تَكُنْ نُبُوَّةٌ قَطُّ إِلَّا تَنَاسَخَتْ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَاقِبَتِهَا مُلْكًا فَسَتَخْبُرُونَ وَتُجَرِّبُونَ الْأُمَرَاءَ بَعْدَنَا
|
| Dari Khalid bin Umar Al 'Adawi, dia berkata, "Utbah bin Ghazwan pernah berpidato di hadapan kami. Pertama-tama, ia memuji Allah dan selanjutnya berkata, 'Sesungguhnya dunia ini amat singkat dan masa yang tersisa adalah seperti sisa air yang menempel pada dinding bejana sehabis dituang. Sungguh kalian akan berpindah dari dunia menuju negeri yang abadi. Oleh karena itu, berpindahlah ke alam akhirat dengan membawa bekal amal kebajikan sebaik mungkin yang kalian kerjakan di dunia. Kami pernah diberitahukan bahwasanya ada sebuah batu dilemparkan dari tebing atas Jahanam. Kemudian batu tersebut jatuh dan terus meluncur ke bawah selama tujuh puluh tahun, tetapi batu tersebut belum sampai juga ke dasar Jahannam. Demi Allah, sesungguhnya neraka Jahannam itu akan dipenuhi oleh penghuninya. Apakah kalian akan senang masuk ke dalamnya? Kami pernah pula diberitahukan bahwasanya jarak sepasang daun pintu surga yang satu dengan yang lainnya adalah sama dengan jarak tempuh empat puluh tahun lamanya. Dan suatu saat nanti, surga pun akan dipenuhi oleh penghuninya. Saya pernah menyertai Rasulullah SAW dalam satu kelompok yang terdiri dari tujuh orang. Pada saat itu kami tidak memperoleh makanan, kecuali daun pohon hingga gigi geraham kami berdarah. Setelah itu saya menemukan secarik kain yang kemudian saya jadikan dua bagian, satu bagian untuk saya dan satu bagian lagi untuk Sa'ad bin Malik. Kini, setiap orang dari kami telah menjadi gubernur di berbagai wilayah. Sungguh, saya benar-benar berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari perasaan besar dan terhormat, padahal kecil dan hina di sisi Allah. Sungguh tidak ada kenabian yang tidak berakhir, hingga akhirnya menjadi satu kerajaan. Kalian akan tahu sendiri bagaimanakah perbuatan para penguasa sepeninggalan kami kelak.'" {Muslim 8/215-216}
|