3/11/17

Penentuan Ajal dan Pembagian Rezeki

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ اللَّهُمَّ مَتِّعْنِي بِزَوْجِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِأَبِي أَبِي سُفْيَانَ وَبِأَخِي مُعَاوِيَةَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكِ سَأَلْتِ اللَّهَ لِآجَالٍ مَضْرُوبَةٍ وَآثَارٍ مَوْطُوءَةٍ وَأَرْزَاقٍ مَقْسُومَةٍ لَا يُعَجِّلُ شَيْئًا مِنْهَا قَبْلَ حِلِّهِ وَلَا يُؤَخِّرُ مِنْهَا شَيْئًا بَعْدَ حِلِّهِ وَلَوْ سَأَلْتِ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ لَكَانَ خَيْرًا لَكِ قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ الْقِرَدَةُ وَالْخَنَازِيرُ هِيَ مِمَّا مُسِخَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُهْلِكْ قَوْمًا أَوْ يُعَذِّبْ قَوْمًا فَيَجْعَلَ لَهُمْ نَسْلًا وَإِنَّ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ
Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dia berkata, "Ummu Habibah pernah berdoa sebagai berikut, 'Ya
Allah, berikanlah aku kenikmatan {panjangkanlah usiaku} bersama suamiku, Rasulullah SAW, ayahku, Abu Sufyan, dan saudaraku, Muawiyah.' Mendengar doa itu, Rasulullah SAW berkata kepada istrinya, Ummu Habibah, "Sesungguhnya kamu memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala; ajal, kematian, dan rezeki yang telah ditentukan, di mana Allah tidak akan mengajukan ataupun memundurkan sebelum waktunya. Apabila kamu memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar Dia menyelamatkanmu dari siksa neraka dan siksa kubur, maka hal itu lebih baik bagimu." Abdullah bin Mas'ud RA berkata, "Ada seorang laki-laki bertanya, 'Ya Rasulullah, apakah kera dan babi itu berasal dari manusia yang telah berubah rupa?' Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak akan suatu kaum menghancurkan suatu kaum, atau menyiksa kemudian Allah menjadikan keturunan bagi mereka. Sebenarnya, keturunan kera dan babi itu sudah ada sebelumnya" {Muslim 8/56}