3/9/17

Orang yang Mampu untuk Mengendalikan Diri Ketika Marah

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الرَّقُوبَ فِيكُمْ قَالَ قُلْنَا الَّذِي لَا يُولَدُ لَهُ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ بِالرَّقُوبِ وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ الَّذِي لَمْ يُقَدِّمْ مِنْ وَلَدِهِ شَيْئًا قَالَ فَمَا تَعُدُّونَ الصُّرَعَةَ فِيكُمْ قَالَ قُلْنَا الَّذِي لَا يَصْرَعُهُ الرِّجَالُ قَالَ لَيْسَ بِذَلِكَ وَلَكِنَّهُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat, 'Menurut kalian, siapakah orang yang mandul itu?' Tiba-tiba Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kami
menjawab, 'Yaitu orang yang tidak mempunyai anak.'" Rasulullah SAW bersabda, "Bukan itu yang dimaksud dengan mandul. Tetapi yang dimaksud dengan mandul adalah orang yang tidak dapat memberikan apa-apa kepada anaknya." Kemudian Rasulullah SAW bertanya lagi, "Siapakah orang yang kalian anggap paling kuat?" Abdullah bin Mas'ud berkata, "kami menjawab, 'Yaitu orang yang tidak dapat dikalahkan oleh orang lain.'" Rasulullah berkata, "Bukan itu yang dimaksud dengan orang yang paling kuat. Tetapi orang yang paling kuat adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika ia sedang marah." {Muslim 8/30}