3/11/17

Orang yang Berbuat Dosa, lalu Memohon Ampun kepada Allah SWT

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَحْكِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِي ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَيْ رَبِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِي أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَيْ رَبِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِي ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ اعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ قَالَ عَبْدُ الْأَعْلَى لَا أَدْرِي أَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ اعْمَلْ مَا شِئْتَ
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, atas apa yang telah dikhabarkan oleh Allah Subhanahu wa
Ta 'ala, beliau bersabda, "Dahulu, ada seseorang yang telah berbuat dosa. Setelah itu, ia berdoa dan bermunajat, 'Ya Allah, ampunilah dosaku!' Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya hamba-Ku mengaku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwasanya ia mempunyai Tuhan yang dapat mengampuni dosa atau memberi siksa karena dosa." Kemudian orang tersebut berbuat dosa lagi dan ia berdoa, "Ya Allah, ampunilah dosaku!" Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Hamba-Ku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwasanya ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa karena dosa." Kemudian orang itu berbuat dosa lagi, lalu ia berkata, "Ya Allah, ampunilah dosaku!" Maka Allah berfirman, "Seorang hamba-Ku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwasanya ia mempunyai Tuhan yang yang mengampuni dosa atau menyiksa hamba-Nya karena dosa. Oleh karena itu, berbuatlah sekehendakmu, karena Aku pasti akan mengampunimu {jika kamu bertaubat}." Abdul A'la berkata, "Saya tidak mengetahui apakah Rasulullah SAW berkata 'Berbuatlah sekehendakmu' pada yang ketiga atau yang keempat kalinya." {Muslim 8/99}