3/9/17

Menyambung Sanak Kerabat Meskipun Mereka Memutuskannya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَيَّ وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ فَقَالَ لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمْ الْمَلَّ وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنْ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya seorang laki-laki pernah berkata, "Ya Rasulullah, saya mempunyai kerabat. Saya selalu berupaya untuk menyambung silaturahim kepada mereka, tetapi
mereka memutuskannya. Saya selalu berupaya untuk berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka menyakiti saya. Saya selalu berupaya untuk lemah lembut terhadap mereka, tetapi mereka tak acuh kepada saya." Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Jika kamu memang benar berada pada posisi apa yang kamu ucapkan tadi, maka sebenarnya mereka itu seperti orang yang kehausan, kemudian kamu tuangkan minuman ke mulut mereka dengan tiada hentinya. Dan selama kamu berbuat seperti itu kepada mereka, maka pertolongan Allah pasti akan bersamamu." {Muslim 8/8}