3/11/17

Larangan Mencaci/ Mencela Waktu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَقُولُ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ فَلَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ فَإِنِّي أَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ لَيْلَهُ وَنَهَارَهُ فَإِذَا شِئْتُ قَبَضْتُهُمَا
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, "Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, 'Aku disakiti oleh manusia manakala ia mengatakan, 'Sungguh waktu yang sial'.
Oleh karena itu, janganlah ada seseorang dari kalian yang berkata, 'Sungguh waktu yang sangat sial'. Karena sesungguhnya Aku adalah Dzat yang berhak atas waktu. Akulah yang menggantikan malam dengan siang. Jika Aku mau, maka Aku akan mencabut keduanya." {Muslim 7/45}
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ
Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau telah bersabda, "Janganlah kamu mencaci-maki waktu, karena Allah adalah waktu {yang berhak atas waktu}.' {Muslim 7/45}