3/9/17

Keutamaan Zubair bin Awwam RA

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ نَدَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ ثُمَّ نَدَبَهُمْ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ ثُمَّ نَدَبَهُمْ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوَارِيٌّ وَحَوَارِيَّ الزُّبَيْرُ
Dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, "Saya pernah mendengar ia berkata, 'Ketika terjadi perang Khandak, Rasulullah SAW berseru kepada kaum
muslimin untuk mendekat kepada beliau, maka Zubair pun mendekati beliau. Lalu Rasulullah berseru kepada kaum muslimin untuk mendekat, maka Zubair pun mendekati beliau. Kemudian Rasulullah berseru kepada kaum muslimin untuk mendekat, maka Zubair pun segera mendekati beliau. Akhirnya Rasulullah bersabda, 'Ketahuilah bahwasanya setiap nabi itu mempunyai pembela (penolong) dan pembelaku adalah Zubair.'" {Muslim 7/127}
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ كُنْتُ أَنَا وَعُمَرُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ مَعَ النِّسْوَةِ فِي أُطُمِ حَسَّانَ فَكَانَ يُطَأْطِئُ لِي مَرَّةً فَأَنْظُرُ وَأُطَأْطِئُ لَهُ مَرَّةً فَيَنْظُرُ فَكُنْتُ أَعْرِفُ أَبِي إِذَا مَرَّ عَلَى فَرَسِهِ فِي السِّلَاحِ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ قَالَ وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِأَبِي فَقَالَ وَرَأَيْتَنِي يَا بُنَيَّ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ جَمَعَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ أَبَوَيْهِ فَقَالَ فَدَاكَ أَبِي وَأُمِّي
Dari Abdullah bin Zubair RA, dia berkata, "Pada saat terjadi perang Khandak, saya dan Umar bin Abu Salamah berada di benteng Hassan bersama kaum wanita. Suatu ketika ia merundukkan kepalanya kepada saya dan saya memperhatikannya. Lalu saya pun merundukkan kepala saya kepadanya dan ia pun memperhatikannya. Saya mengenali ayah saya dengan baik ketika ia lewat dengan mengendarai kuda sambil menyandang senjata menuju Bani Quraizhah. Perawi hadits berkata, "Saya diberitahu oleh Abdullah bin Urwah, dari Abdullah bin Zubair dia berkata, 'Lalu saya tuturkan hal itu kepada ayah saya dan ia pun berkata, 'Apakah kamu melihatku hai anakku?" Saya menjawab, "Ya, hai ayah!" Ayah saya berkata, "Demi Allah, pada hari itu Rasulullah mengumpulkan kedua bapaknya dan berkata, 'Kamu hebat hai Zubair!'
عَنْ عروة بن الزبير قَالَ قَالَتْ لِي عَائِشَةُ أَبَوَاكَ وَاللَّهِ مِنَ الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمْ الْقَرْحُ. (و في رواية:) تَعْنِي أَبَا بَكْرٍ وَالزُّبَيْرَ
Dari Urwah bin Zubair, dia berkata, "Aisyah pernah berkata kepada saya, 'Demi Allah, dua orang ayahmu itu termasuk orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya setelah mereka terluka oleh senjata.' Menurut suatu riwayat yang dimaksud Aisyah dengan dua orang ayah adalah Abu Bakar dan Zubair RA. {Muslim 7/129}