3/9/17

Keutamaan Jarir bin Abdullah Al Bajali RA

عَنْ جَرِيرٍ قَالَ مَا حَجَبَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ وَلَا رَآنِي إِلَّا تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي
Dari Jarir RA, dia berkata, "Sejak saya masuk Islam, Rasulullah SAW tidak pernah menolak saya untuk bertamu dan berkunjung ke rumah beliau. Bahkan, lebih dari itu, beliau selalu tersenyum setiap kali melihat saya." {Muslim 7/157}
عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا جَرِيرُ أَلَا تُرِيحُنِي مِنْ ذِي الْخَلَصَةِ بَيْتٍ لِخَثْعَمَ كَانَ يُدْعَى كَعْبَةَ الْيَمَانِيَةِ قَالَ فَنَفَرْتُ فِي خَمْسِينَ وَمِائَةِ فَارِسٍ وَكُنْتُ لَا أَثْبُتُ عَلَى الْخَيْلِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضَرَبَ يَدَهُ فِي صَدْرِي فَقَالَ اللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ وَاجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا قَالَ فَانْطَلَقَ فَحَرَّقَهَا بِالنَّارِ ثُمَّ بَعَثَ جَرِيرٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يُبَشِّرُهُ يُكْنَى أَبَا أَرْطَاةَ مِنَّا فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ مَا جِئْتُكَ حَتَّى تَرَكْنَاهَا كَأَنَّهَا جَمَلٌ أَجْرَبُ فَبَرَّكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى خَيْلِ أَحْمَسَ وَرِجَالِهَا خَمْسَ مَرَّاتٍ
Dari Jarir RA, dia berkata, "Rasulullah SAW berkata kepada saya, ' Wahai Jarir, pimpinlah pasukan kaum muslimin ke Dzil Khalashah, suatu tempat ibadah orang-orang Khats'am yang disebut Ka'bah Yamaniah." Jarir berkata, "Lalu saya berangkat dengan membawa seratus lima puluh personil pasukan berkuda, padahal sebelumnya saya belum pernah terbiasa mengendarai kuda. Kemudian saya tuturkan hal itu kepada Rasulullah SAW. Lalu beliau menepuk dada saya dan berkata, 'Ya Allah, tegarkan dan jadikanlah ia orang yang dapat membimbing dan dibimbing.'' Jarir berkata, "Pasukan kami berangkat hingga berhasil membakar sasaran. Setelah itu Jarir megirim seorang utusan yang bernama Abu Arthah untuk menyampaikan berita kemenangan kepada Rasulullah SAW. Ia menghadap Rasulullah dan setelah itu berkata, "Saya tidak menghadap engkau sebelum kami mengalahkan musuh dan membiarkannya bagaikan unta yang berkudis." Kemudian Rasulullah SAW memberikan bagian lima kali lipat kepada pasukan berkuda yang berjuang dengan penuh semangat. {Muslim 7/157}