3/9/17

Keutamaan Abu Dujanah, yaitu Simak bin Kharasyah

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ سَيْفًا يَوْمَ أُحُدٍ فَقَالَ مَنْ يَأْخُذُ مِنِّي هَذَا فَبَسَطُوا أَيْدِيَهُمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ يَقُولُ أَنَا أَنَا قَالَ فَمَنْ يَأْخُذُهُ بِحَقِّهِ قَالَ فَأَحْجَمَ الْقَوْمُ فَقَالَ سِمَاكُ بْنُ خَرَشَةَ أَبُو دُجَانَةَ أَنَا آخُذُهُ بِحَقِّهِ قَالَ فَأَخَذَهُ فَفَلَقَ بِهِ هَامَ الْمُشْرِكِينَ
Dari Anas RA, bahwasanya ketika terjadi perang Uhud, Rasulullah SAW mengambil sebilah pedang dan bertanya, 'Siapakah di antara kalian yang ingin mengambil pedang ini dariku?" Para sahabat
berlomba-lomba mengulurkan tangan sambil berkata, "Saya. Saya." Kemudian Rasulullah bertanya lagi, "Siapakah yang akan mengambil pedang ini dengan haknya?" Para sahabat mundur teratur, hingga datang Simak bin Kharasyah, Abu Dujana, dia berkata, "Saya akan mengambilnya dengan haknya." Anas berkata, "Simak bin Kharasyah mengambil pedang itu dan mempergunakannya untuk menyerang pasukan kaum musyrikin." {Muslim 7/151}