3/13/17

Hilangnya Amanat dan Iman dari Hati

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَيْنِ قَدْ رَأَيْتُ أَحَدَهُمَا وَأَنَا أَنْتَظِرُ الْآخَرَ حَدَّثَنَا أَنَّ الْأَمَانَةَ نَزَلَتْ فِي جَذْرِ قُلُوبِ الرِّجَالِ ثُمَّ نَزَلَ الْقُرْآنُ فَعَلِمُوا مِنْ الْقُرْآنِ وَعَلِمُوا مِنْ السُّنَّةِ ثُمَّ حَدَّثَنَا عَنْ رَفْعِ الْأَمَانَةِ قَالَ يَنَامُ الرَّجُلُ النَّوْمَةَ فَتُقْبَضُ الْأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ فَيَظَلُّ أَثَرُهَا مِثْلَ الْوَكْتِ ثُمَّ يَنَامُ النَّوْمَةَ فَتُقْبَضُ الْأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ فَيَظَلُّ أَثَرُهَا مِثْلَ الْمَجْلِ كَجَمْرٍ دَحْرَجْتَهُ عَلَى رِجْلِكَ فَنَفِطَ فَتَرَاهُ مُنْتَبِرًا وَلَيْسَ فِيهِ شَيْءٌ ثُمَّ أَخَذَ حَصًى فَدَحْرَجَهُ عَلَى رِجْلِهِ فَيُصْبِحُ النَّاسُ يَتَبَايَعُونَ لَا يَكَادُ أَحَدٌ يُؤَدِّي الْأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ إِنَّ فِي بَنِي فُلَانٍ رَجُلًا أَمِينًا حَتَّى يُقَالَ لِلرَّجُلِ مَا أَجْلَدَهُ مَا أَظْرَفَهُ مَا أَعْقَلَهُ وَمَا فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ وَلَقَدْ أَتَى عَلَيَّ زَمَانٌ وَمَا أُبَالِي أَيَّكُمْ بَايَعْتُ لَئِنْ كَانَ مُسْلِمًا لَيَرُدَّنَّهُ عَلَيَّ دِينُهُ وَلَئِنْ كَانَ نَصْرَانِيًّا أَوْ يَهُودِيًّا لَيَرُدَّنَّهُ عَلَيَّ سَاعِيهِ وَأَمَّا الْيَوْمَ فَمَا كُنْتُ لِأُبَايِعَ مِنْكُمْ إِلَّا فُلَانًا وَفُلَانًا
Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah memberitahukan dua hal kepada kami.
Salah satu dari kedua hal tersebut telah saya hapal sedangkan yang lainnya masih saya ingat-ingat." Rasulullah memberitahukan kepada kami bahwa amanat telah melekat pada hati seseorang dan kemudian mereka mempelajari dari Al Qur'an dan As-Sunnah." Selanjutnya Rasulullah SAW memberitahukan kepada kami tentang hilangnya amanat. Beliau telah bersabda, "Seseorang akan tertidur, lalu amanat tersebut dicabut dari hatinya, hingga akan ada bekasnya seperti memar. Setelah itu, ia tertidur lagi. Kemudian amanat tersebut dicabut dari hatinya, hingga berbekas seperti kulit melepuh berisi cairan, seperti bara api yang kamu gulirkan pada kakimu, lalu kulitmu akan melepuh berisi cairan hingga tampak rusak. {Rasulullah memperagakannya dengan mengambil kerikil dan menggulirkannya pada kaki beliau). Kemudian banyak orang yang menyatakan sumpah setia tetapi hampir tidak ada seorang pun yang melaksanakan amanat, hingga ada orang yang berkata, 'Sesungguhnya di Bani Fulan ada seorang yang melaksanakan amanat hingga ia sering disebut-sebut, Alangkah kuatnya ia! Alangkah baiknya ia! Alangkah bijaknya ia! Padahal sebenarnya di dalam hati orang yang disebut-sebut itu tidak ada iman walaupun hanya seberat biji sawi.'' Telah datang kepadaku suatu masa di mana aku tidak memperdulikan siapapun yang aku terima sumpah setianya. Apabila ia masuk Islam, maka agamanya akan menjadi penolak baginya dari seranganku. Dan apabila seorang Nasrani ataupun Yahudi, maka upetinya itu akan menjadi penolak dari seranganku. Sedangkan sekarang, maka yang aku terima bai'atnya hanyalah si fulan dan si fulan.'" {Muslim 1/88-89}