عن أَبي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيَّ كَانَ يَقُولُ قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ النَّاسِ بِكُلِّ فِتْنَةٍ هِيَ كَائِنَةٌ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَ السَّاعَةِ وَمَا بِي إِلَّا أَنْ يَكُونَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسَرَّ إِلَيَّ فِي ذَلِكَ شَيْئًا لَمْ يُحَدِّثْهُ غَيْرِي وَلَكِنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ يُحَدِّثُ مَجْلِسًا أَنَا فِيهِ عَنْ الْفِتَنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَعُدُّ الْفِتَنَ مِنْهُنَّ ثَلَاثٌ لَا يَكَدْنَ يَذَرْنَ شَيْئًا وَمِنْهُنَّ فِتَنٌ كَرِيَاحِ الصَّيْفِ مِنْهَا صِغَارٌ وَمِنْهَا كِبَارٌ قَالَ حُذَيْفَةُ فَذَهَبَ أُولَئِكَ الرَّهْطُ كُلُّهُمْ غَيْرِي
|
Dari Abu Idris Al Khaulani, dia berkata, "Hudzaifah bin Al Yaman berkata, 'Demi Allah, saya
adalah orang yang lebih banyak mengetahui setiap bencana yang akan terjadi semenjak kini hingga hari kiamat kelak. Hal itu terjadi karena Rasulullah SAW pernah membisikkan kepada saya suatu sabda yang tidak beliau informasikan keapada orang lain selain saya. Akan tetapi, Rasulullah SAW juga pernah menyebutkan suatu bencana ketika beliau tengah berada dalam suatu majelis di mana saya termasuk orang yang hadir di sana. Rasulullah SAW menghitung ada beberapa fitnah yang akan terjadi, lalu bersabda, "Di antara berbagai bencana, ada tiga bencana yang hampir melanda segala sesuatu. Di antaranya ada beberapa fitnah seperti badai di musim panas, ada yang kecil, dan ada pula yang besar.' Hudzaifah berkata, "Tak lama kemudian semua orang yang berada di majelis itu membubarkan diri kecuali saya." {Muslim 8/172}
|
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقَامًا مَا تَرَكَ شَيْئًا يَكُونُ فِي مَقَامِهِ ذَلِكَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ إِلَّا حَدَّثَ بِهِ حَفِظَهُ مَنْ حَفِظَهُ وَنَسِيَهُ مَنْ نَسِيَهُ قَدْ عَلِمَهُ أَصْحَابِي هَؤُلَاءِ وَإِنَّهُ لَيَكُونُ مِنْهُ الشَّيْءُ قَدْ نَسِيتُهُ فَأَرَاهُ فَأَذْكُرُهُ كَمَا يَذْكُرُ الرَّجُلُ وَجْهَ الرَّجُلِ إِذَا غَابَ عَنْهُ ثُمَّ إِذَا رَآهُ عَرَفَهُ
|
| Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah berada di tengah-tengah kami. Beliau tidak akan meninggalkan suatu di tempat beliau berada hingga terjadinya kiamat, kecuali beliau telah menyampaikannya. Setelah itu, ada orang yang mengingatnya dan ada pula yang melupakannya, sementara para sahabat saya mengetahuinya. Saya lupa sebagian dari apa yang telah disampaikan Rasulullah. Kemudian saya dapat mengingatnya kembali sebagaimana seseorang mengingat wajah orang lain ketika tidak terlihat. Tetapi, ketika bertemu, maka ia pun dapat mengingatnya kembali." {Muslim 8/172}
|
عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فَمَا مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا قَدْ سَأَلْتُهُ إِلَّا أَنِّي لَمْ أَسْأَلْهُ مَا يُخْرِجُ أَهْلَ الْمَدِينَةِ مِنْ الْمَدِينَةِ
|
| Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah memberitahukan kepada saya tentang bencana yang telah ada dan yang akan terjadi hingga datangnya hari kiamat. Semua hal itu telah saya tanyakan kepada Rasulullah, kecuali satu hal yang belum saya tanyakan, yaitu, 'Bencana apa yang akan mengusir penduduk kota Madinah dari kota mereka?'" {Muslim 8/173}
|
عن أَبي زَيْدٍ يَعْنِي عَمْرَو بْنَ أَخْطَبَ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَجْرَ وَصَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى حَضَرَتْ الظُّهْرُ فَنَزَلَ فَصَلَّى ثُمَّ صَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى حَضَرَتْ الْعَصْرُ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى ثُمَّ صَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى غَرَبَتْ الشَّمْسُ فَأَخْبَرَنَا بِمَا كَانَ وَبِمَا هُوَ كَائِنٌ فَأَعْلَمُنَا أَحْفَظُنَا
|
| Dari Abu Zaid, yaitu Amr bin Akhthab RA, dia berkata, "Suatu ketika Rasulullah SAW mengimami kami dalam shalat Subuh. Setelah itu beliau naik ke atas mimbar dan memberikan ceramah hingga datang waktu Zhuhur. Kemudian Rasulullah turun dari mimbar untuk melakukan shalat Zhuhur. Setelah itu beliau naik ke atas mimbar lagi untuk memberikan ceramah hingga datang waktu Ashar. Kemudian Rasulullah turun dari atas mimbar untuk melakukan shalat Ashar. Setelah itu beliau naik ke atas mimbar lagi untuk memberikan ceramah hingga matahari terbenam. Rasulullah menceritakan kepada kami tentang bencana yang telah dan yang akan terjadi. Orang yang banyak tahu tentang bencana-bencana tersebut adalah orang yang paling kuat hafalannya." {Muslim 8/173}
|