3/13/17

Firman Allah, "Barangsiapa Membunuh Seseorang Mukmin Dengan Sengaja." (Qs. An-Nisaa'(4): 93)

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ أَلِمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا مِنْ تَوْبَةٍ قَالَ لَا قَالَ فَتَلَوْتُ عَلَيْهِ هَذِهِ الْآيَةَ الَّتِي فِي الْفُرْقَانِ وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ إِلَى آخِرِ الْآيَةِ قَالَ هَذِهِ آيَةٌ مَكِّيَّةٌ نَسَخَتْهَا آيَةٌ مَدَنِيَّةٌ وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا
Dari Said bin Jubair, dia berkata, "Saya pernah bertanya kepada Ibnu Abbas RA, 'Hai Ibnu Abbas,
apakah seseorang yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja dapat diterima taubatnya?' Ibnu Abbas, "Tidak. Taubat orang tersebut tidak akan diterima." Kemudian saya bacakan kepadanya ayat dalam surah Al Furqan yang berbunyi, Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar. (Qs. Al Furqaan(25): 68) Lalu Ibnu Abbas berkata, "Itu ayat Makkiyyah yang dihapus (dinasakh) oleh ayat Madaniyyah sebagai berikut: Dan barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahanam dengan kekal di dalamnya. (Qs. An-Nisaa'(4): 93). Dalam riwayat Ibnu Hisyam disebutkan, "Maka saya membacakan kepadanya ayat dalam surah Al Furqaan, "Kecuali bagi orang yang bertaubat.'" {Muslim 8/242}