2/6/17

Yang Mengenakan Sutera Di Dunia Hanyalah Orang Yang Tidak Mempunyai Bagian Di Akhirat, Diperbolehkan Untuk Memanfaatkan Harga Dan Menjualnya

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَأَى عُمَرُ عُطَارِدًا التَّمِيمِيَّ يُقِيمُ بِالسُّوقِ حُلَّةً سِيَرَاءَ وَكَانَ رَجُلًا يَغْشَى الْمُلُوكَ وَيُصِيبُ مِنْهُمْ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي رَأَيْتُ عُطَارِدًا يُقِيمُ فِي السُّوقِ حُلَّةً سِيَرَاءَ فَلَوْ اشْتَرَيْتَهَا فَلَبِسْتَهَا لِوُفُودِ الْعَرَبِ إِذَا قَدِمُوا عَلَيْكَ وَأَظُنُّهُ قَالَ وَلَبِسْتَهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا يَلْبَسُ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحُلَلٍ سِيَرَاءَ فَبَعَثَ إِلَى عُمَرَ بِحُلَّةٍ وَبَعَثَ إِلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ بِحُلَّةٍ وَأَعْطَى عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ حُلَّةً وَقَالَ شَقِّقْهَا خُمُرًا بَيْنَ نِسَائِكَ قَالَ فَجَاءَ عُمَرُ بِحُلَّتِهِ يَحْمِلُهَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَعَثْتَ إِلَيَّ بِهَذِهِ وَقَدْ قُلْتَ بِالْأَمْسِ فِي حُلَّةِ عُطَارِدٍ مَا قُلْتَ فَقَالَ إِنِّي لَمْ أَبْعَثْ بِهَا إِلَيْكَ لِتَلْبَسَهَا وَلَكِنِّي بَعَثْتُ بِهَا إِلَيْكَ لِتُصِيبَ بِهَا وَأَمَّا أُسَامَةُ فَرَاحَ فِي حُلَّتِهِ فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَظَرًا عَرَفَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَنْكَرَ مَا صَنَعَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَنْظُرُ إِلَيَّ فَأَنْتَ بَعَثْتَ إِلَيَّ بِهَا فَقَالَ إِنِّي لَمْ أَبْعَثْ إِلَيْكَ لِتَلْبَسَهَا وَلَكِنِّي بَعَثْتُ بِهَا إِلَيْكَ لِتُشَقِّقَهَا خُمُرًا بَيْنَ نِسَائِكَ
Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Pada suatu hari, Umar bin Khaththab RA melihat 'Utharid At-
Tamimi menjajakan sutera bergaris benang emas di pasar. Memang 'Utharid adalah seorang sahabat yang suka bergaul dengan para raja dan sering pula mendapatkan hadiah dari mereka. Lalu Umar bin Khaththab melaporkan hal itu kepada Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, saya melihat 'Utharid menjual kain sutera bergaris benang emas di pasar. Kalau saja engkau mau membelinya untuk engkau kenakan nanti pada saat menerima duta-duta Arab yang datang kepada engkau. {Saya kira Umar juga mengatakan, 'Dan engkau dapat mengenakannya pada hari Jum'at}. Mendengar pernyataan sahabatnya itu, yaitu Umar bin Khaththab, Rasulullah SAW berkata, "Yang mengenakan sutera di dunia hanyalah orang yang tidak akan mempunyai bagian di akhirat nanti." Beberapa hari kemudian, Rasulullah SAW dibawakan beberapa potong kain sutera bergaris emas. Lalu beliau pun memberikan satu potong kepada Umar bin Khaththab, satu potong kepada Usamah, dan satu potong lagi kepada Ali bin Abu Thalib. Setelah itu, Rasulullah SAW berkata, "Buatkanlah kerudung dari kain sutera itu untuk istri-istrimu!" Tak lama kemudian, Umar bin Khaththab datang kepada Rasulullah sambil membawa kain sutera tersebut dan berkata, "Ya Rasulullah, mengapa engkau mengirimkan kain sutera ini kepada saya, sedangkan kemarin engkau baru saja mengomentari kain sutera 'Utharid?" Rasulullah SAW menjawab, "Hai Umar, sesungguhnya aku mengirimkan kain sutera ini bukan untuk kamu pakai. Aku memberikan kain sutera ini kepadamu agar kamu juga mendapat bagian darinya." Sementara itu, Usamah sepertinya sangat senang dan terkesan dengan kain sutera pemberian Rasulullah. Lalu Rasulullah SAW memandangnya dengan pandangan yang menunjukkan bahwasanya beliau tidak senang terhadap tingkah lakunya itu. Usamah berkata, "Ya Rasulullah, mengapa Anda memandang saya dengan pandangan seperti itu? Bukankah engkau telah mengirimkan kain sutera ini kepada saya?" Rasulullah menjawab, "Hai Usamah, sesungguhnya aku mengirimkan kain sutera itu bukanlah untuk kamu pakai. Akan tetapi, aku mengirimnya kepadamu agar kamu buat kerudung untuk istrimu." {Muslim 6/138}