2/6/17

Tentang Makan Labu

عَنْ أَنَسٍ قَالَ دَعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَانْطَلَقْتُ مَعَهُ فَجِيءَ بِمَرَقَةٍ فِيهَا دُبَّاءٌ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ مِنْ ذَلِكَ الدُّبَّاءِ وَيُعْجِبُهُ قَالَ فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ جَعَلْتُ أُلْقِيهِ إِلَيْهِ وَلَا أَطْعَمُهُ قَالَ فَقَالَ أَنَسٌ فَمَا زِلْتُ بَعْدُ يُعْجِبُنِي الدُّبَّاءُ
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Pada suatu ketika, seorang sahabat pernah mengundang
Rasulullah SAW. Lalu saya pun pergi berangkat bersama beliau. Kemudian Rasulullah dihidangkan kuah sayur berisi labu. Maka beliau memakannya dan sangat menyukainya. Melihat hal itu, saya pun memberikan bagian kuah sayur labu saya kepada beliau dan saya tidak memakannya." Selanjutnya Anas berkata, "Setelah kejadian itu, maka saya pun menyukai labu." {Muslim 6/121}