2/23/17

Sifat Jenggot Nabi Muhammad

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ يُكْرَهُ أَنْ يَنْتِفَ الرَّجُلُ الشَّعْرَةَ الْبَيْضَاءَ مِنْ رَأْسِهِ وَلِحْيَتِهِ قَالَ وَلَمْ يَخْتَضِبْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا كَانَ الْبَيَاضُ فِي عَنْفَقَتِهِ وَفِي الصُّدْغَيْنِ وَفِي الرَّأْسِ نَبْذٌ
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Makruh hukumnya bagi seseorang untuk mencabut rambut
putih {uban} di kepala dan jenggot." Anas berkata, "Rasulullah SAW tidak pernah menyemir/mencelup rambut dan jenggotnya. Uban Rasulullah SAW hanya ada di bawah bibir, di antara mata dan telinga, serta di rambut kepala yang jarang tumbuhnya." {Muslim 7/85}