2/3/17

Perintah untuk Mengumpulkan Bekal Apabila Berkurang dan Memberikan Bantuan Berupa Bekal

عن إِيَاس بْن سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ فَأَصَابَنَا جَهْدٌ حَتَّى هَمَمْنَا أَنْ نَنْحَرَ بَعْضَ ظَهْرِنَا فَأَمَرَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَمَعْنَا مَزَاوِدَنَا فَبَسَطْنَا لَهُ نِطَعًا فَاجْتَمَعَ زَادُ الْقَوْمِ عَلَى النِّطَعِ قَالَ فَتَطَاوَلْتُ لِأَحْزِرَهُ كَمْ هُوَ فَحَزَرْتُهُ كَرَبْضَةِ الْعَنْزِ وَنَحْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ مِائَةً قَالَ فَأَكَلْنَا حَتَّى شَبِعْنَا جَمِيعًا ثُمَّ حَشَوْنَا جُرُبَنَا فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَلْ مِنْ وَضُوءٍ قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ بِإِدَاوَةٍ لَهُ فِيهَا نُطْفَةٌ فَأَفْرَغَهَا فِي قَدَحٍ فَتَوَضَّأْنَا كُلُّنَا نُدَغْفِقُهُ دَغْفَقَةً أَرْبَعَ عَشْرَةَ مِائَةً قَالَ ثُمَّ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ ثَمَانِيَةٌ فَقَالُوا هَلْ مِنْ طَهُورٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرِغَ الْوَضُوءُ
Dari Iyas bin Salamah, dari bapaknya RA, dia berkata, "Kami pernah keluar bersama Rasulullah
SAW dalam suatu peperangan. Tak lama kemudian kami merasa capek dan lelah, hingga kami sempat berpikir untuk menyembelih sebagian hewan tunggangan kami. Kemudian Rasulullah memerintahkan kami untuk mengumpulkan wadah-wadah bekal kami. Setelah itu kami menghamparkannya, hingga terkumpullah perbekalan makanan tersebut di atas hamparan. Lalu saya mencoba untuk mengira-ngira seberapa banyak makanan yang terkumpul. Tetapi menurut perkiraan saya makanan yang terkumpul itu sebesar kambing duduk, sementara jumlah kami pada saat itu ada sekitar seratus empat belas orang. Akhirnya kami pun mulai menyantap makanan itu hingga kami merasa kenyang, bahkan kami masih sempat mengisi kantong-kantong kulit kami dengan makanan tersebut. Setelah itu Rasulullah bertanya, 'Apakah ada air wudhu?' Tiba-tiba seorang sahabat datang menghampiri beliau sambil membawa bejana yang berisi sedikit air. Lalu beliau tuang air tersebut ke dalam mangkuk. Kemudian kami (sebanyak seratus empat belas orang) berwudhu secara bergantian. Tak lama kemudian datanglah delapan orang sahabat yang bertanya, 'Apakah ada air untuk bersuci?' Rasulullah SAW menjawab, 'Air wudhunya sudah habis'' {Muslim 5/139}