2/21/17

Perihal Takwil Mimpi

عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أَوْ أَبَا هُرَيْرَةَ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَجُلًا أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَجُلًا أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَرَى اللَّيْلَةَ فِي الْمَنَامِ ظُلَّةً تَنْطِفُ السَّمْنَ وَالْعَسَلَ فَأَرَى النَّاسَ يَتَكَفَّفُونَ مِنْهَا بِأَيْدِيهِمْ فَالْمُسْتَكْثِرُ وَالْمُسْتَقِلُّ وَأَرَى سَبَبًا وَاصِلًا مِنْ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ فَأَرَاكَ أَخَذْتَ بِهِ فَعَلَوْتَ ثُمَّ أَخَذَ بِهِ رَجُلٌ مِنْ بَعْدِكَ فَعَلَا ثُمَّ أَخَذَ بِهِ رَجُلٌ آخَرُ فَعَلَا ثُمَّ أَخَذَ بِهِ رَجُلٌ آخَرُ فَانْقَطَعَ بِهِ ثُمَّ وُصِلَ لَهُ فَعَلَا قَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَاللَّهِ لَتَدَعَنِّي فَلَأَعْبُرَنَّهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْبُرْهَا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَمَّا الظُّلَّةُ فَظُلَّةُ الْإِسْلَامِ وَأَمَّا الَّذِي يَنْطِفُ مِنْ السَّمْنِ وَالْعَسَلِ فَالْقُرْآنُ حَلَاوَتُهُ وَلِينُهُ وَأَمَّا مَا يَتَكَفَّفُ النَّاسُ مِنْ ذَلِكَ فَالْمُسْتَكْثِرُ مِنْ الْقُرْآنِ وَالْمُسْتَقِلُّ وَأَمَّا السَّبَبُ الْوَاصِلُ مِنْ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ فَالْحَقُّ الَّذِي أَنْتَ عَلَيْهِ تَأْخُذُ بِهِ فَيُعْلِيكَ اللَّهُ بِهِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِهِ رَجُلٌ مِنْ بَعْدِكَ فَيَعْلُو بِهِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِهِ رَجُلٌ آخَرُ فَيَعْلُو بِهِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِهِ رَجُلٌ آخَرُ فَيَنْقَطِعُ بِهِ ثُمَّ يُوصَلُ لَهُ فَيَعْلُو بِهِ فَأَخْبِرْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ أَصَبْتُ أَمْ أَخْطَأْتُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَبْتَ بَعْضًا وَأَخْطَأْتَ بَعْضًا قَالَ فَوَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَتُحَدِّثَنِّي مَا الَّذِي أَخْطَأْتُ قَالَ لَا تُقْسِمْ
Dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, Ibnu Abbas RA telah menceritakan bahwasanya ada
seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW sambil menuturkan ceritanya, "Ya Rasulullah, tadi malam saya bermimpi melihat setumpuk awan meneteskan minyak samin dan madu. Saya melihat orang-orang menadahkan tangannya ke arah awan tersebut. Di antara mereka ada yang mendapat banyak dan ada di antara mereka yang mendapat sedikit. Saya melihat pula seutas tali terulur dari langit sampai ke bumi. Saya melihat pula engkau tengah memegang tali tersebut dan setelah itu engkau langsung naik ke atas. Lalu ada seseorang yang turut pula memegang tali itu dan ia pun turut pula naik ke atas. Lalu ada pula seseorang yang turut memegang tali itu dan naik ke atas. Kemudian ada lagi seseorang yang turut memegang tali itu, namun sayang, tali itu terputus. Lalu ia sambung tali tersebut dan akhirnya ia naik ke atas." Abu Bakar berkata, "Ya Rasulullah, demi Allah, saya mohon kepada engkau agar mengizinkan saya untuk menafsirkan arti mimpi itu." Rasulullah menjawab, "Silahkan hai Abu Bakar!" "Awan yang ada dalam mimpi itu," ungkap Abu Bakar, "adalah Islam. Sedangkan minyak samin dan dan madu yang menetes dari awan itu adalah Al Qur'an yang manis dan lembut. Adapun apa yang ditadah oleh orang-orang dalam mimpi itu maksudnya adalah orang yang mendapat pemahaman dari Al Qur'an, ada yang mendapat pemahaman yang banyak ada pula yang mendapat pemahaman sedikit. Sedangkan tali yang terulur dari langit itu adalah kebenaran yang engkau bawa dan engkau yakini ya Rasulullah, hingga dengannya Allah meninggikan derajat Engkau. Kemudian tali {kebenaran} itu dipegang pula oleh orang setelah engkau, sehingga dengannya ia memperoleh derajat yang tinggi. Lalu tali {kebenaran} itu pun diikuti pula oleh orang lain, hingga dengannya ia pun mencapai derajat yang tinggi. Kemudian tali {kebenaran} itu diikuti oleh yang lain, tetapi tiba-tiba terputus. Maka ia pun berusaha untuk menyambungnya lagi, hingga tersambung, dan ia pun memperoleh derajat yang tinggi pula. Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada saya, tafsir mimpi saya yang manakah yang benar dan yang salah?" Lalu Rasulullah SAW menjawab, "Wahai Abu Bakar, tafsir mimpimu ada sebagian yang benar dan ada sebagian yang salah. " Abu Bakar mendesak seraya berkata, "Demi Allah ya Rasulullah, beritahukanlah kepada saya, manakah yang benar dan manakah yang salah?" Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu bersumpah {dalam masalah tafsir mimpi ini}!" {Muslim 7/55-56}