2/6/17

Penyebutan Tentang Bani Quraizhah

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَادَى فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ انْصَرَفَ عَنْ الْأَحْزَابِ أَنْ لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الظُّهْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ فَتَخَوَّفَ نَاسٌ فَوْتَ الْوَقْتِ فَصَلَّوْا دُونَ بَنِي قُرَيْظَةَ وَقَالَ آخَرُونَ لَا نُصَلِّي إِلَّا حَيْثُ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنْ فَاتَنَا الْوَقْتُ قَالَ فَمَا عَنَّفَ وَاحِدًا مِنْ الْفَرِيقَيْنِ
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, "Setelah perang Ahzab, Rasulullah SAW berseru di
tengah-tengah kami, 'Janganlah ada seseorang yang melakukan shalat Zhuhur kecuali di perkampungan Bani Quraizhah.' Para sahabat yang khawatir akan terlambat waktu shalatnya, segera melaksanakan shalat Zhuhur di perjalanan meskipun belum sampai ke perkampungan Bani Quraizhah. Tetapi sebagian lain berkata, 'Kami tidak melaksanakan shalat kecuali seperti yang diperintahkan Rasulullah, meskipun waktunya lewat'. Meskipun demikian Rasulullah tidak mencela kedua pendapat kelompok tersebut." {Muslim 5/162}