2/5/17

Orang yang Tidak Ikut Berperang karena Udzur, dalam Firman Allah, "Tidak sama antara mukmin yang duduk (tidak ikut berperang)."

عَنْ أَبِي إِسْحَقَ أَنَّهُ سَمِعَ الْبَرَاءَ يَقُولُ فِي هَذِهِ الْآيَةِ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيْدًا فَجَاءَ بِكَتِفٍ يَكْتُبُهَا فَشَكَا إِلَيْهِ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ ضَرَارَتَهُ فَنَزَلَتْ لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ
Dari Abu Ishaq, bahwa ia pernah mendengar Al Baraa' RA berkomentar tentang ayat Al Qur'an,
"Tidaklah sama antara orang-orang mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai udzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah." (Qs. An-Nisaa'(4): 95)." Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan Zaid untuk mengambil catatan yang ditulisnya. Lalu Ibnu Ummi Maktum mengeluhkan kebutaan yang dideritanya kepada beliau. Setelah itu, turunlah firman Allah yang berbunyi, "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (tidak turut berperang) yang tidak mempunyai udzur.' {Muslim 6/43}