2/6/17

Orang yang Menipu Rakyat dan Tidak Memberi Nasihat kepada Mereka

عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Dari Hasan, dia berkata, "Pada suatu hari Ubaidillah bin Ziyad pergi menjenguk Ma'qil bin Yasar
yang sedang menderita sakit yang menyebabkannya wafat. Ma'qil bin Ziyad berkata kepada Ubaidillah, "Ya Ubaidillah, aku ingin menceritakan kepadamu sebuah hadits yang aku dengar langsung dari Rasulullah. Seandainya saja aku masih mempunyai umur yang panjang, niscaya aku tidak akan menceritakannya kepadamu. Sesungguhnya, Rasulullah SAW telah bersabda, 'Barang siapa diberi kekuasaan oleh Allah untuk memimpin kaumnya, namun pada saat meninggal dunia ia adalah orang yang menipu rakyatnya, maka Allah akan mengharamkan baginya untuk masuk surga. {Muslim 6/9}
عن الْحَسَن أَنَّ عَائِذَ بْنَ عَمْرٍو وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ فَقَالَ أَيْ بُنَيَّ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ شَرَّ الرِّعَاءِ الْحُطَمَةُ فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ فَقَالَ لَهُ اجْلِسْ فَإِنَّمَا أَنْتَ مِنْ نُخَالَةِ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ وَهَلْ كَانَتْ لَهُمْ نُخَالَةٌ إِنَّمَا كَانَتْ النُّخَالَةُ بَعْدَهُمْ وَفِي غَيْرِهِمْ
Dari Hasan, bahwasanya 'Aidz bin Amr — dan ia adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW— pernah datang menemui Ubaidillah bin Ziyad seraya berkata, "Hai anakku, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya sejahat-jahat penggembala adalah penggembala yang berlaku kasar terhadap hewan gembalaannya sendiri. Oleh karena itu, waspadailah dirimu agar jangan sampai termasuk golongan mereka.' Selanjutnya, Ubaidillah bin Ziyad berkata, "duduklah! Sebenarnya kamu ini hanyalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW kelas rendahan." 'Aidz bin Amr menjawab, "Apakah mereka itu mempunyai kelompok yang disebut sebagai sahabat kelas rendahan? Sebenarnya yang pantas disebut sahabat kelas rendahan adalah orang-orang setelah mereka dan juga yang selain mereka." {Muslim 6/9}