2/3/17

Orang yang Bersumpah dalam Hal Qasamah

عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ عَنْ رِجَالٍ مِنْ كُبَرَاءِ قَوْمِهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةَ خَرَجَا إِلَى خَيْبَرَ مِنْ جَهْدٍ أَصَابَهُمْ فَأَتَى مُحَيِّصَةُ فَأَخْبَرَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَهْلٍ قَدْ قُتِلَ وَطُرِحَ فِي عَيْنٍ أَوْ فَقِيرٍ فَأَتَى يَهُودَ فَقَالَ أَنْتُمْ وَاللَّهِ قَتَلْتُمُوهُ قَالُوا وَاللَّهِ مَا قَتَلْنَاهُ ثُمَّ أَقْبَلَ حَتَّى قَدِمَ عَلَى قَوْمِهِ فَذَكَرَ لَهُمْ ذَلِكَ ثُمَّ أَقْبَلَ هُوَ وَأَخُوهُ حُوَيِّصَةُ وَهُوَ أَكْبَرُ مِنْهُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَهْلٍ فَذَهَبَ مُحَيِّصَةُ لِيَتَكَلَّمَ وَهُوَ الَّذِي كَانَ بِخَيْبَرَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمُحَيِّصَةَ كَبِّرْ كَبِّرْ يُرِيدُ السِّنَّ فَتَكَلَّمَ حُوَيِّصَةُ ثُمَّ تَكَلَّمَ مُحَيِّصَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِمَّا أَنْ يَدُوا صَاحِبَكُمْ وَإِمَّا أَنْ يُؤْذِنُوا بِحَرْبٍ فَكَتَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فِي ذَلِكَ فَكَتَبُوا إِنَّا وَاللَّهِ مَا قَتَلْنَاهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحُوَيِّصَةَ وَمُحَيِّصَةَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ أَتَحْلِفُونَ وَتَسْتَحِقُّونَ دَمَ صَاحِبِكُمْ قَالُوا لَا قَالَ فَتَحْلِفُ لَكُمْ يَهُودُ قَالُوا لَيْسُوا بِمُسْلِمِينَ فَوَادَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عِنْدِهِ فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِائَةَ نَاقَةٍ حَتَّى أُدْخِلَتْ عَلَيْهِمْ الدَّارَ فَقَالَ سَهْلٌ فَلَقَدْ رَكَضَتْنِي مِنْهَا نَاقَةٌ حَمْرَاءُ
Dari Sahl bin Abu Hatsmah, dari salah seorang pembesar kaumnya; bahwa Abdullah bin Sahal dan
Muhayyishah pergi menuju Khaibar untuk melaksanakan suatu tugas yang diembannya. Seseorang memberitahukan Muhayyishah bahwa Abdullah bin Sahal tewas terbunuh dan mayatnya dilempar ke sebuah sumur dangkal. Akhimya Muhayyishah langsung mendatangi orang-orang Yahudi dan berkata, "Demi Allah, pasti kalian yang membunuh Abdullah bin Sahal!" Orang-orang Yahudi itu membantah seraya berkata, "Tidak, kami tidak membunuhnya." Lalu Muhayyishah pulang ke Madinah untuk menemui kaumnya, dan menceritakan peristiwa itu kepada mereka. Kemudian dengan ditemani kakaknya yang bernama Huwayyishah dan Abdurahman bin Sahal, mereka pergi menghadap Rasulullah SAW. Karena yang berangkat ke Khaibar adalah Muhayyishah, maka ia pun bermaksud membuka pembicaraan. Akan tetapi Rasulullah SAW berkata, "Yang lebih besar, yang lebih besar" (Beliau menginginkan yang lebih tua umurnya), maka Huwayyishah pun memulai pembicaraan dan setelah itu baru Muhayyishah yang berbicara. Lalu Rasulullah SAW berkata kepada mereka, "Baiklah. Kalau begitu memang ada dua kemungkinan. Pertama, orang-orang Yahudi harus membayar diyat (denda) kepadamu. Kedua, mereka memang sengaja memancing kita untuk memerangi mereka." Akhirnya Rasulullah mengirim surat kepada orang-orang Yahudi tentang hal itu lalu mereka membalasnya, "Demi Tuhan, kami benar-benar tidak membunuh Abdullah bin Sahl." Lalu Rasulullah SAW berkata kepada Huwayyishah, Muhayyishah, dan Abdurahman, "Apakah kalian mau bersumpah, dan setelah itu kalian berhak atas diyat teman kalian yang terbunuh?" Mereka menjawab, "Tidak, ya Rasulullah." Rasulullah berkata, "Orang Yahudi telah bersumpah kepada kalian." Mereka merasa keberatan seraya berkata, "Bukankah mereka orang-orang yang berada diluar agama Islam?" Akhirnya Rasulullah SAW memberikan diyat dari harta yang dimilikinya, dengan mengirim seratus ekor unta yang dimasukkan ke dalam rumah mereka. Sahal memberi komentar, "Saya pernah ditendang seekor unta merah yang merupakan bagian dari diyat tersebut." {Muslim 5/100-101}