2/6/17

Orang-orang Muhajirin Mengembalikan Beberapa Pemberian Kepada Orang-orang Anshar setelah Penaklukan Kota Makkah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَمَّا قَدِمَ الْمُهَاجِرُونَ مِنْ مَكَّةَ الْمَدِينَةَ قَدِمُوا وَلَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَيْءٌ وَكَانَ الْأَنْصَارُ أَهْلَ الْأَرْضِ وَالْعَقَارِ فَقَاسَمَهُمْ الْأَنْصَارُ عَلَى أَنْ أَعْطَوْهُمْ أَنْصَافَ ثِمَارِ أَمْوَالِهِمْ كُلَّ عَامٍ وَيَكْفُونَهُمْ الْعَمَلَ وَالْمَئُونَةَ وَكَانَتْ أُمُّ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَهِيَ تُدْعَى أُمَّ سُلَيْمٍ وَكَانَتْ أُمُّ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ كَانَ أَخًا لِأَنَسٍ لِأُمِّهِ وَكَانَتْ أَعْطَتْ أُمُّ أَنَسٍ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِذَاقًا لَهَا فَأَعْطَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّ أَيْمَنَ مَوْلَاتَهُ أُمَّ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَأَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا فَرَغَ مِنْ قِتَالِ أَهْلِ خَيْبَرَ وَانْصَرَفَ إِلَى الْمَدِينَةِ رَدَّ الْمُهَاجِرُونَ إِلَى الْأَنْصَارِ مَنَائِحَهُمْ الَّتِي كَانُوا مَنَحُوهُمْ مِنْ ثِمَارِهِمْ قَالَ فَرَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أُمِّي عِذَاقَهَا وَأَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّ أَيْمَنَ مَكَانَهُنَّ مِنْ حَائِطِهِ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ مِنْ شَأْنِ أُمِّ أَيْمَنَ أُمِّ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّهَا كَانَتْ وَصِيفَةً لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَكَانَتْ مِنْ الْحَبَشَةِ فَلَمَّا وَلَدَتْ آمِنَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ مَا تُوُفِّيَ أَبُوهُ فَكَانَتْ أُمُّ أَيْمَنَ تَحْضُنُهُ حَتَّى كَبِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْتَقَهَا ثُمَّ أَنْكَحَهَا زَيْدَ بْنَ حَارِثَةَ ثُمَّ تُوُفِّيَتْ بَعْدَ مَا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَمْسَةِ أَشْهُرٍ
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Ketika kaum Muhajirin datang dari kota Makkah menuju
kota Madinah, mereka tidak memiliki sesuatu apapun. Sementara itu orang-orang Anshar mempunyai banyak tanah dan pekarangan. Kemudian orang-orang Anshar membagikan tanah dan pekarangan mereka kepada saudara-saudara mereka kaum Muhajirin, sedangkan mereka memperoleh imbalannya separuh dari hasil tanah tersebut setiap tahunnya. Pekerjaan dan biaya penggarapannya juga telah mereka cukupi." Ibu Anas bin Malik, atau yang biasa dipanggil Ummu Sulaim, dan ibu Abdullah bin Abu Thalhah adalah saudara Anas yang satu ibu. Ibu Anas bin Malik pernah memberikan pohon kurmanya kepada Rasulullah SAW. Setelah itu Rasulullah memberikan pohon tersebut kepada Ummu Aiman, budak perempuannya, yaitu ibunya Usamah bin Zaid. Ibnu Syihab berkata, "Anas bin Malik pernah menginformasikan kepada saya bahwa setelah melakukan pertempuran dengan penduduk Khaibar, Rasulullah SAW kembali ke Madinah. Pada saat itu beliau melihat kaum Muhajirin mengembalikan semua pemberian yang pernah mereka terima dari kaum Anshar. Rasulullah akhirnya juga mengembalikan apa yang pernah diberikan oleh ibu Anas kepada beliau." Ummu Aiman, yaitu ibu dari Usamah bin Zaid, adalah seorang budak milik Abdullah bin Abdul Muthallib, ayah Rasulullah SAW. Ummu Aiman adalah wanita berkebangsaan (Habasyah) Ethiopia. Ketika Aminah melahirkan Nabi Muhammad, setelah ditinggal wafat ayahnya, maka Ummu Aiman lah yang memeliharanya hingga dewasa. Setelah dimerdekakan, Rasulullah menikahkan wanita yang pernah mengasuhnya tersebut dengan Zaid bin Haritsah. Lima bulan setelah Rasulullah meninggal dunia, wanita itu pun menyusulnya. {Muslim 5/162}