2/23/17

Nabi Muhammad Menjuntai dan Mengurai Rambutnya

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَسْدِلُونَ أَشْعَارَهُمْ وَكَانَ الْمُشْرِكُونَ يَفْرُقُونَ رُءُوسَهُمْ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ مُوَافَقَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ فِيمَا لَمْ يُؤْمَرْ بِهِ فَسَدَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاصِيَتَهُ ثُمَّ فَرَقَ بَعْد
Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Orang-orang ahli kitab biasanya mengurai rambut mereka
sedangkan orang-orang musyrik biasanya membelah rambut mereka menjadi dua. Sementara Rasulullah SAW sendiri senang untuk meniru orang-orang ahli kitab selama belum ada perintah mengenai hal itu. Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengurai rambut kepalanya, tetapi kemudian beliau membelahnya menjadi dua." {Muslim 7/83}