2/6/17

Minuman Keras yang Berasal dari Kurma Muda dan Kurma Matang

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنْتُ أَسْقِي أَبَا طَلْحَةَ وَأَبَا دُجَانَةَ وَمُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ فِي رَهْطٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَدَخَلَ عَلَيْنَا دَاخِلٌ فَقَالَ حَدَثَ خَبَرٌ نَزَلَ تَحْرِيمُ الْخَمْرِ فَأَكْفَأْنَاهَا يَوْمَئِذٍ وَإِنَّهَا لَخَلِيطُ الْبُسْرِ وَالتَّمْرِ قَالَ قَتَادَةُ وَقَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ لَقَدْ حُرِّمَتْ الْخَمْرُ وَكَانَتْ عَامَّةُ خُمُورِهِمْ يَوْمَئِذٍ خَلِيطَ الْبُسْرِ وَالتَّمْرِ
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Pada suatu ketika, saya pernah menuangkan minuman keras kepada Abu Thalhah, Abu Dujanah, dan Mu'adz bin Jabal bersama beberapa orang sahabat dari
kaum Anshar. Tiba-tiba seseorang datang kepada kami seraya berkata, 'Ada berita baru. Telah turun ayat Al Qur'an yang mengharamkan minuman keras.' Pada saat itu pula, kami pun menumpahkan minuman keras tersebut, yaitu campuran kurma muda dan kurma matang." Anas bin Malik berkata, "Khamer telah diharamkan, dan umumnya pada waktu itu khamer yang mereka minum terbuat dari campuran kurma muda dan kurma matang." {Muslim 6/88}