2/21/17

Minta Izin dan Memberi Salam

عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ جَاءَ أَبُو مُوسَى إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ هَذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ قَيْسٍ فَلَمْ يَأْذَنْ لَهُ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ هَذَا أَبُو مُوسَى السَّلَامُ عَلَيْكُمْ هَذَا الْأَشْعَرِيُّ ثُمَّ انْصَرَفَ فَقَالَ رُدُّوا عَلَيَّ رُدُّوا عَلَيَّ فَجَاءَ فَقَالَ يَا أَبَا مُوسَى مَا رَدَّكَ كُنَّا فِي شُغْلٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الِاسْتِئْذَانُ ثَلَاثٌ فَإِنْ أُذِنَ لَكَ وَإِلَّا فَارْجِعْ قَالَ لَتَأْتِيَنِّي عَلَى هَذَا بِبَيِّنَةٍ وَإِلَّا فَعَلْتُ وَفَعَلْتُ فَذَهَبَ أَبُو مُوسَى قَالَ عُمَرُ إِنْ وَجَدَ بَيِّنَةً تَجِدُوهُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ عَشِيَّةً وَإِنْ لَمْ يَجِدْ بَيِّنَةً فَلَمْ تَجِدُوهُ فَلَمَّا أَنْ جَاءَ بِالْعَشِيِّ وَجَدُوهُ قَالَ يَا أَبَا مُوسَى مَا تَقُولُ أَقَدْ وَجَدْتَ قَالَ نَعَمْ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ قَالَ عَدْلٌ قَالَ يَا أَبَا الطُّفَيْلِ مَا يَقُولُ هَذَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَلِكَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ فَلَا تَكُونَنَّ عَذَابًا عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّمَا سَمِعْتُ شَيْئًا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أَتَثَبَّتَ
Dari Abu Burdah dari Abu Musa Al Asy'ari, dia berkata, "Pada suatu hari, Abu Musa pernah datang
kepada Umar bin Khaththab seraya berkata, 'Assalaamu 'alaikum. Ini adalah Abdullah bin Qais.' Tetapi, rupanya, tidak ada jawaban dari tuan rumah. Lalu ia berkata lagi, "Assalaamu 'alaikum. Ini adalah Abu Musa." Setelah itu, ia berkata lagi, "Assalaamu 'alaikum. Ini adalah Al Asy'ari." Karena tidak ada jawaban, setelah memberi salam sebanyak tiga kali, maka Abu Musa pun berniat kembali ke rumahnya. Namun, baru beberapa langkah, tiba-tiba Umar bin Khaththab muncul sambil berseru, "Hai Abu Musa kemarilah masuk ke rumahku!" Setelah masuk ke rumah, Umar bertanya kepadanya, "Hai Abu Musa, mengapa kamu tergesa-gesa hendak kembali ke rumahmu? Sebenarnya, tadi kami sedang sibuk menyelesaikan suatu pekerjaan." Abu Musa berkata, "Ya Umar, sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Meminta izin {ke rumah seseorang} itu cukup tiga kali. Apabila kamu mendapatkan izin, maka kamu boleh masukke dalamnya. Tetapi, kalau tidak diizinkan, maka kembalilah.'' Umar bin Khaththab berkata, "Hai Abu Musa, kamu harus mendatangkan bukti atas pernyataanmu itu. Kalau tidak, maka aku akan melakukan sesuatu kepadamu." Lalu pergilah Abu Musa dari rumah Umar. Selanjutnya, Umar bin Khaththab berkata, "Jika ia mendapatkan bukti, maka kalian pasti akan menjumpainya di dekat mimbar nanti sore. Sebaliknya, jika ia tidak menemukan bukti, maka kalian pasti tidak akan menjumpainya nanti sore." Ternyata, sore harinya, para sahabat masih dapat menjumpai Abu Musa. Lalu Umar pun berkata kepadanya, "Hai Abu Musa, apa yang akan kamu katakan? Apakah kamu mendapatkan buktinya?" Abu Musa Al Asy'ari menjawab, "Ya. Saya telah mendapatkannya. Ini dia Ubay bin Ka'ab." Umar berkata, "Baiklah, ia memang orang yang jujur. Hai Abu Thufail (julukan Ubay bin Ka'ab}, apa pendapatmu mengenai hal ini?" Ubay bin Ka'ab menjawab, "Ya. Apa yang dinyatakan Abu Musa adalah benar. Sesungguhnya Aku mendengar Rasulullah SAW telah bersabda seperti itu. Hai Ibnu Khaththab, janganlah kamu menjadi siksaan bagi para sahabat Rasulullah SAW!" Umar bin Khaththab menjawab, "Maha Suci Allah, sesungguhnya aku hanya ingin lebih yakin terhadap sesuatu yang aku dengar." {Muslim 6/179-180}