2/21/17

Mimpi yang Benar adalah dari Allah, Barang Siapa Bermimpi yang Tidak Ia Sukai, Maka Janganlah Menceritakan kepada Orang Lain

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ إِنْ كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا تُمْرِضُنِي قَالَ فَلَقِيتُ أَبَا قَتَادَةَ فَقَالَ وَأَنَا كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا فَتُمْرِضُنِي حَتَّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنْ اللَّهِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلَا يُحَدِّثْ بِهَا إِلَّا مَنْ يُحِبُّ وَإِنْ رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتْفُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشَرِّهَا وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ
Dari Abu Salamah, dia berkata, "Saya pernah bermimpi yang membuat saya sedih. Setelah itu, saya
bertemu Abu Qatadah. Lalu ia pun mengatakan kepada saya, 'Saya juga pernah bermimpi yang membuat saya sedih, sehingga saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya mimpi yang baik itu adalah dari Allah. Apabila kamu bermimpi yang kamu senangi, maka janganlah ceritakan kecuali kepada orang yang senang kepadamu. Jika kamu bermimpi yang tidak kamu sukai, maka meludahlah tiga kali ke kiri dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syetan dan keburukan mimpi tersebut serta janganlah kamu menceritakannya kepada orang lain. Dengan demikian, mimpi tersebut tidak akan mencelakakanmu.' {Muslim 7/51-52}