2/6/17

Menunjuk Khalifah dan Membiarkannya (Sesuai Pilihan Rakyat)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ فَقَالَتْ أَعَلِمْتَ أَنَّ أَبَاكَ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ قَالَ قُلْتُ مَا كَانَ لِيَفْعَلَ قَالَتْ إِنَّهُ فَاعِلٌ قَالَ فَحَلَفْتُ أَنِّي أُكَلِّمُهُ فِي ذَلِكَ فَسَكَتُّ حَتَّى غَدَوْتُ وَلَمْ أُكَلِّمْهُ قَالَ فَكُنْتُ كَأَنَّمَا أَحْمِلُ بِيَمِينِي جَبَلًا حَتَّى رَجَعْتُ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ فَسَأَلَنِي عَنْ حَالِ النَّاسِ وَأَنَا أُخْبِرُهُ قَالَ ثُمَّ قُلْتُ لَهُ إِنِّي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ مَقَالَةً فَآلَيْتُ أَنْ أَقُولَهَا لَكَ زَعَمُوا أَنَّكَ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ وَإِنَّهُ لَوْ كَانَ لَكَ رَاعِي إِبِلٍ أَوْ رَاعِي غَنَمٍ ثُمَّ جَاءَكَ وَتَرَكَهَا رَأَيْتَ أَنْ قَدْ ضَيَّعَ فَرِعَايَةُ النَّاسِ أَشَدُّ قَالَ فَوَافَقَهُ قَوْلِي فَوَضَعَ رَأْسَهُ سَاعَةً ثُمَّ رَفَعَهُ إِلَيَّ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَحْفَظُ دِينَهُ وَإِنِّي لَئِنْ لَا أَسْتَخْلِفْ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَسْتَخْلِفْ وَإِنْ أَسْتَخْلِفْ فَإِنَّ أَبَا بَكْرٍ قَدْ اسْتَخْلَفَ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ ذَكَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ فَعَلِمْتُ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ لِيَعْدِلَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدًا وَأَنَّهُ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ
Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Saya pernah bertamu ke rumah Hafshah dan ia bertanya kepada
saya, 'Hai Abdullah, apakah kamu telah mengetahui bahwasanya ayahmu tidak menunjuk seorang khalifah?' Saya langsung menjawab, 'Ya saya telah mengetahuinya. Dan rasanya ia tidak akan mungkin melakukan hal itu.' Hafsah berkata, "Ia (Umar bin Khaththab) melakukan hal itu." Di hadapan Hafshah saya bersumpah untuk meyakinkannya bahwa sebenarnya saya sudah menyarankan hal itu kepadanya, tetapi ia hanya terdiam saja. Hingga akhirnya saya merasa bosan sendiri dan tidak ingin membicarakannya lagi kepadanya. Akan tetapi, saya merasa seakan-akan saya sedang memikul gunung di pundak kanan saya. Oleh karena itu, saya pun kembali menemuinya. Setelah itu, ia bertanya kepada saya tentang keadaan manusia dan saya pun menjawab seadanya. Lalu saya berkata kepadanya, "Bahwasanya saya pernah mendengar masyarakat sedang membicarakan tentang sesuatu dan saya bersumpah untuk menyampaikan berita ini kepada engkau. Menurut pandangan mereka selama ini, engkau adalah seorang khalifah yang tidak ingin menunjuk seorang khalifah atau pengganti. Seandainya engkau mempunyai seorang penggembala unta atau kambing. Kemudian, ia datang kepadamu dan meninggalkan hewan gembalanya, maka bukankah engkau melihat bahwa ia telah menyia-nyiakannya. Terlebih lagi, gembala yang akan engkau atur ini adalah manusia." Di luar dugaan, ternyata ia menyetujui pendapat saya. Sejenak ia menundukkan kepalanya dan setelah itu mengangkatnya kembali mengarah kepada saya seraya berkata, "Hai Abdullah, sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung senantiasa akan memelihara agama-Nya. Sekiranya saat ini aku tidak menunjuk seorang khalifah, maka bukankah Rasulullah SAW sendiri sudah pernah melakukannya, dan sekiranya nanti aku akan menunjuk seorang khalifah penggantiku, maka bukankah hal itu pernah dilakukan oleh sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq." Abdullah bin Umar berkata, "Demi Allah, ketika ia menyinggung-nyinggung nama Rasulullah SAW dan Abu Bakar, maka pahamlah saya bahwa ia memang bermaksud untuk tidak menunjuk seorang khalitah penggantinya kelak." {Muslim 6/5}