2/6/17

Menolak Hal yang Baru (dalam Masalah Agama)

عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ سَأَلْتُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ رَجُلٍ لَهُ ثَلَاثَةُ مَسَاكِنَ فَأَوْصَى بِثُلُثِ كُلِّ مَسْكَنٍ مِنْهَا قَالَ يُجْمَعُ ذَلِكَ كُلُّهُ فِي مَسْكَنٍ وَاحِدٍ ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Dari Sa'ad bin Ibrahim, dia berkata, "Saya pernah bertanya kepada Al Qasim bin Muhammad
tentang seorang lelaki yang mempunyai tiga rumah. Setelah itu, ia mewasiatkan sepertiga tiap-tiap rumah darinya. Al Qasim bin Muhammad berkata, 'Semua wasiat itu dikumpulkan dalam satu rumah.' Kemudian ia berkata, "Aisyah pernah menceritakan kepada saya bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, "Barang siapa melakukan suatu amal yang tidak termasuk amalan agama kami, maka sesungguhnya amalan itu tertolak." {Muslim 5/132}