2/20/17

Menaikkan Kain Ke Pertengahan Betis

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ مَرَرْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي إِزَارِي اسْتِرْخَاءٌ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ ارْفَعْ إِزَارَكَ فَرَفَعْتُهُ ثُمَّ قَالَ زِدْ فَزِدْتُ فَمَا زِلْتُ أَتَحَرَّاهَا بَعْدُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ إِلَى أَيْنَ فَقَالَ أَنْصَافِ السَّاقَيْنِ
Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Pada suatu hari, saya jalan melewati Rasulullah SAW, sementara kain {pakaian} saya terjurai sampai ke tanah. Kemudian beliau pun berkata, 'Hai Abdullah, naikkan
kainmu! Lalu saya pun langsung menaikkan kain saya. Setelah itu, Rasulullah berkata, "Naikkan lagi!" Setelah kejadian itu, saya pun selalu memperhatikan kain saya. Sementara itu, ada beberapa orang yang bertanya, "Sampai di mana batasnya?" Ibnu Umar menjawab, "Sampai pertengahan kedua betis." {Muslim 6/148}