2/20/17

Memotong Kalung Pada Leher Binatang

عَن أَبي بَشِيرٍ الْأَنْصَارِيّ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ قَالَ فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَسُولًا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ وَالنَّاسُ فِي مَبِيتِهِمْ لَا يَبْقَيَنَّ فِي رَقَبَةِ بَعِيرٍ قِلَادَةٌ مِنْ وَتَرٍ أَوْ قِلَادَةٌ إِلَّا قُطِعَتْ قَالَ مَالِكٌ أُرَى ذَلِكَ مِنْ الْعَيْنِ
Dari Abu Basyir Al Anshari RA, bahwasanya ia pernah mengikuti Rasulullah SAW dalam suatu
perjalanan. Setelah itu, Rasulullah pun mengutus seorang utusan — Abdullah bin Abu Bakar berkata, "Saya kira Abu Basyir berkata seperti itu juga — sedangkan para sahabat berada di tempat penginapan mereka, untuk menyampaikan sabda beliau, 'Jangan biarkan kalung dari tali berada pada leher unta kecuali diputuskan.' Malik berkata, "Saya melihat sendiri peristiwa itu dengan mata kepala saya." {Muslim 6/163}