2/20/17

Membuang Cincin Emas

عَن ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فِي يَدِ رَجُلٍ فَنَزَعَهُ فَطَرَحَهُ وَقَالَ يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَجْعَلُهَا فِي يَدِهِ فَقِيلَ لِلرَّجُلِ بَعْدَ مَا ذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْ خَاتِمَكَ انْتَفِعْ بِهِ قَالَ لَا وَاللَّهِ لَا آخُذُهُ أَبَدًا وَقَدْ طَرَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW pernah melihat sebuah cincin emas di jari tangan
seorang lelaki. Lalu beliau mencopot cincin tersebut dan langsung melemparnya seraya bersabda, "Salah seorang di antara kalian menginginkan bara api neraka dan meletakkannya di tangannya." Setelah Rasulullah pergi, ada seseorang yang berkata kepada lelaki itu, "Ambillah cincinmu itu, karena kamu dapat memanfaatkannya." Lalu lelaki tersebut menjawab, "Tidak. Demi Allah, saya tidak akan mengambil cincin itu untuk selama-lamanya. Karena cincin itu telah dibuang oleh Rasulullah." {Muslim 6/149}
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن عمر أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اصْطَنَعَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَكَانَ يَجْعَلُ فَصَّهُ فِي بَاطِنِ كَفِّهِ إِذَا لَبِسَهُ فَصَنَعَ النَّاسُ ثُمَّ إِنَّهُ جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَنَزَعَهُ فَقَالَ إِنِّي كُنْتُ أَلْبَسُ هَذَا الْخَاتَمَ وَأَجْعَلُ فَصَّهُ مِنْ دَاخِلٍ فَرَمَى بِهِ ثُمَّ قَالَ وَاللَّهِ لَا أَلْبَسُهُ أَبَدًا فَنَبَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَهُمْ
Dari Abdullah bin Umar RA bahwasanya Rasulullah SAW pernah meminta dibuatkan cincin dari emas. Beliau selalu meletakkan mata cincin tersebut pada bagian dalam telapak tangan, apabila beliau mengenakannya. Kemudian para sahabat pun meniru apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Pada suatu ketika, beliau duduk di atas mimbar dan langsung menanggalkan cincin itu sambil berkata, "Dulu aku selalu mengenakan cincin ini dan meletakan mata cincinnya di bagian dalam." Lalu Rasulullah membuang cincin itu dan berkata, "Demi Allah, saya tidak akan memakainya lagi." Melihat hal itu, para sahabat pun ikut membuang cincin mereka. {Muslim 6/149}