2/21/17

Memanterai Dengan Pasir/Debu

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى الْإِنْسَانُ الشَّيْءَ مِنْهُ أَوْ كَانَتْ بِهِ قَرْحَةٌ أَوْ جُرْحٌ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِصْبَعِهِ هَكَذَا وَوَضَعَ سُفْيَانُ سَبَّابَتَهُ بِالْأَرْضِ ثُمَّ رَفَعَهَا بِاسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا لِيُشْفَى بِهِ سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا قَالَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ يُشْفَى و قَالَ زُهَيْرٌ لِيُشْفَى سَقِيمُنَا
Dari Aisyah RA, bahwasanya apabila ada seseorang di antara kami yang sakit atau terluka, maka
Rasulullah SAW mengucapkan mantera dengan mengusapkan jari-jarinya seperti ini {Sufyan meletakkan telunjuknya di tanah dan kemudian mengangkatnya} sambil membaca, "Dengan nama Allah, dengan debu di bumi kami, dan dengan ludah sebagian kami, semoga sembuhlah penyakit kami dengan izin Tuhan kami." Ibnu Abu Syaibah berkata, "Mantera tersebut berbunyi: Yusyfia saqiimunaa." Sedangkan menurut Zuhair mantera tersebut berbunyi, "Liyusfaa saqiimunaa. " {Agar sembuh penyakit kami}. {Muslim 7/17}
عن خَوْلَةَ بِنْت حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
Dari Khaulah binti Hakim As Sulaimiyah RA, dia berkata. "Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa di antara kalian yang singgah di suatu tempat, maka ucapkanlah; Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang telah diciptakan-Nya, maka ia akan selamat dari gangguan apapun hingga ia pergi dari tempat tersebut.''" {Muslim 8/76}