2/6/17

Makan Bawang Putih Makruh Hukumnya

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَزَلَ عَلَيْهِ فَنَزَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السُّفْلِ وَأَبُو أَيُّوبَ فِي الْعِلْوِ قَالَ فَانْتَبَهَ أَبُو أَيُّوبَ لَيْلَةً فَقَالَ نَمْشِي فَوْقَ رَأْسِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَنَحَّوْا فَبَاتُوا فِي جَانِبٍ ثُمَّ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السُّفْلُ أَرْفَقُ فَقَالَ لَا أَعْلُو سَقِيفَةً أَنْتَ تَحْتَهَا فَتَحَوَّلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعُلُوِّ وَأَبُو أَيُّوبَ فِي السُّفْلِ فَكَانَ يَصْنَعُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا فَإِذَا جِيءَ بِهِ إِلَيْهِ سَأَلَ عَنْ مَوْضِعِ أَصَابِعِهِ فَيَتَتَبَّعُ مَوْضِعَ أَصَابِعِهِ فَصَنَعَ لَهُ طَعَامًا فِيهِ ثُومٌ فَلَمَّا رُدَّ إِلَيْهِ سَأَلَ عَنْ مَوْضِعِ أَصَابِعِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ لَمْ يَأْكُلْ فَفَزِعَ وَصَعِدَ إِلَيْهِ فَقَالَ أَحَرَامٌ هُوَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وَلَكِنِّي أَكْرَهُهُ قَالَ فَإِنِّي أَكْرَهُ مَا تَكْرَهُ أَوْ مَا كَرِهْتَ قَالَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى
Dari Abu Ayyub RA bahwasanya Rasulullah SAW pernah tinggal bersama Abu Ayyub dalam satu
rumah. Rasulullah SAW tinggal di bagian bawah dan Abu Ayyub tinggal di atas. Pada suatu malam, Abu Ayyub terbangun dari tidurnya dan berkata kepada keluarganya, "Kita berjalan di atas kepala Rasulullah SAW. Maka marilah kita menyingkir." Akhirnya mereka bermalam di samping. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah, maka beliau pun berkata, "Sebenarnya tinggal di bawah itu lebih nyaman." Kemudian Abu Ayyub berkata, "Saya tidak akan naik ke atap, sementara engkau berada di bawahnya." Akhirnya Rasulullah pindah ke atas dan Abu Ayyub pindah ke bawah. Biasanya, Abu Ayyub sering membuatkan makanan untuk Nabi Muhammad SAW. Ketika makanan itu disuguhkan kepada beliau, Abu Ayyub menanyakan tentang tempat jari-jari beliau lalu mencarinya. Pada suatu hari, Abu Ayyub membuat makanan yang di dalamnya ada bawang putihnya. Ketika makanan itu dibalikkan kepadanya. maka Abu Ayyub pun menanyakan tempat jari-jari Rasulullah SAW. Tetapi, seseorang berkata kepadanya, "Rasulullah tidak jadi memakan makanan itu." Abu Ayyub terkejut mengetahui hal itu. Lalu ia naik ke atas rumah dan langsung menemui Rasulullah seraya bertanya, "Ya Rasulullah, apakah bawang putih itu haram untuk dimakan?" Rasulullah menjawab, "Tidak. Bawangputih itu tidak haram, tetapi aku tidak menyukainya." Lalu Abu Ayyub berkata, "Kalau begitu, saya pun tidak menyukai apa yang engkau tidak sukai." Abu Ayyub berkata, "Pada saat itu, wahyu tengah turun kepada Rasulullah SAW." {Muslim 6/127}