2/18/17

Larangan Untuk Mengenakan Pakaian Kependetaan, Kain Yang Berwarna Kuning, dan Cincin Emas

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُبْسِ الْقَسِّيِّ وَالْمُعَصْفَرِ وَعَنْ تَخَتُّمِ الذَّهَبِ وَعَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فِي الرُّكُوعِ
Dari Ali bin Abu Thalib RA bahwasanya Rasulullah SAW telah melarang kaum muslimin untuk mengenakan pakaian kependetaan, pakaian yang berwarna kuning, memakai cincin emas, dan
membaca {ayat} Al Qur'an dalam ruku'. {Muslim 6/144}
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْن عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلَا تَلْبَسْهَا. قُلْتُ أَغْسِلُهُمَا قَالَ بَلْ أَحْرِقْهُمَا
Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, dia berkata, "Pada suatu ketika, Rasulullah SAW pernah melihat saya sedang mengenakan dua potong pakaian yang berwarna kuning. Maka beliau langsung bersabda, 'Sesungguhnya kain warna ini termasuk pakaian orang-orang kafir. Oleh karena itu, janganlah kamu memakainya.'' Saya berkata, "Saya akan mencucinya?" Beliau bersabda, "Jangan, akan tetapi bakarlah." {Muslim 6/144}