2/2/17

Larangan Menukar Perak dengan Emas yang Ditangguhkan

عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ قَالَ بَاعَ شَرِيكٌ لِي وَرِقًا بِنَسِيئَةٍ إِلَى الْمَوْسِمِ أَوْ إِلَى الْحَجِّ فَجَاءَ إِلَيَّ فَأَخْبَرَنِي فَقُلْتُ هَذَا أَمْرٌ لَا يَصْلُحُ قَالَ قَدْ بِعْتُهُ فِي السُّوقِ فَلَمْ يُنْكِرْ ذَلِكَ عَلَيَّ أَحَدٌ فَأَتَيْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَنَحْنُ نَبِيعُ هَذَا الْبَيْعَ فَقَالَ مَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ فَلَا بَأْسَ بِهِ وَمَا كَانَ نَسِيئَةً فَهُوَ رِبًا وَائْتِ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ تِجَارَةً مِنِّي فَأَتَيْتُهُ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ
Dari Abu Minhal, dia berkata, "Seorang teman saya pernah menjual perak dengan sistem pembayaran yang ditangguhkan hingga musim haji. Setelah itu, ia datang kepada saya sambil
memberitahu dan menerangkan hal tersebut. Mendengar keterangannya itu, saya pun berkata, 'Itu perkara yang tidak benar'. Lalu ia berkata, 'Tetapi saya telah menjualnya di pasar dan tidak ada seorang pun yang mengingkari saya.' Akhirnya saya pergi mendatangi Barra' bin Azib dan menanyakan hal itu kepadanya. Lalu, dia berkata, 'Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, sementara kami masih melakukan jual beli seperti ini, maka beliaupun bersabda, "Jual beli apapun yang langsung serah terima, maka hal itu tidak dilarang. Sedangkan jual beli yang ditangguhkan, maka yang sedemikian itu riba." Temuilah Zaid bin Arqam, karena perniagaannya lebih besar daripada perniagaan saya!' Lalu aku pergi menemui Zaid bin Arqam untuk menanyakan hal itu. Ternyata keterangannya sama seperti keterangan yang diberikan Barra' bin Azib." {Muslim: 5/45}