2/21/17

Larangan Mengintip Pada Saat Minta Izin

عن سَهْل بْن سَعْدٍ السَّاعِدِيّ : أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ فِي جُحْرٍ فِي بَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِدْرًى يَحُكُّ بِهِ رَأْسَهُ فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَعْلَمُ أَنَّكَ تَنْتَظِرُنِي لَطَعَنْتُ بِهِ فِي عَيْنِكَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِذْنُ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِ
Dari Sahal bin Sa'ad As Saidi RA, bahwasanya ada seorang lelaki yang mengintip pada lubang pintu
Rasulullah SAW. Kebetulan, pada saat itu, beliau sedang membawa sisir yang dipergunakan untuk menggaruk kepalanya. Ketika Rasulullah SAW melihat orang itu, beliau pun berkata, "Seandainya aku tahu bahwasanya kamu mengintipku, niscaya aku akan menusukkan sisir ini ke matamu." Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda, "Sebenarnya, izin itu disyariatkan hanya untuk memelihara pemadangan." {Muslim 6/181}