2/20/17

Larangan Duduk-duduk Di Jalan dan Memberikan Hak Jalan

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ فِي الطُّرُقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجْلِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا وَمَا حَقُّهُ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ
Dari Abu Said Al Khudri RA dari Nabi Muhammad SAW, bahwasanya beliau bersabda, "Janganlah
kamu duduk-duduk dijalan!" Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, kami tidak mendapatkan tempat lain pengganti dari tempat duduk-duduk kami. Bukankah kami hanya berbincang-bincang saja di sana?" Rasulullah SAW menjawab, "Kalau kalian masih ingin duduk-duduk di sana, maka berikanlah hak jalan.' Para sahabat bertanya, "Apakah hak jalan itu ya Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab, "Memelihara pandangan mata, mencegah kejahatan, menjawab salam, dan amr ma'ruf nahi munkar (memerintah kebaikan dan mencegah kemungkaran)." {Muslim 7/3}