2/6/17

Kisah Hudaibiyah dan Perdamaian Rasulullah dengan Kaum Quraisy

عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ لَمَّا أُحْصِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ الْبَيْتِ صَالَحَهُ أَهْلُ مَكَّةَ عَلَى أَنْ يَدْخُلَهَا فَيُقِيمَ بِهَا ثَلَاثًا وَلَا يَدْخُلَهَا إِلَّا بِجُلُبَّانِ السِّلَاحِ السَّيْفِ وَقِرَابِهِ وَلَا يَخْرُجَ بِأَحَدٍ مَعَهُ مِنْ أَهْلِهَا وَلَا يَمْنَعَ أَحَدًا يَمْكُثُ بِهَا مِمَّنْ كَانَ مَعَهُ قَالَ لِعَلِيٍّ اكْتُبْ الشَّرْطَ بَيْنَنَا بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ هَذَا مَا قَاضَى عَلَيْهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ الْمُشْرِكُونَ لَوْ نَعْلَمُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ تَابَعْنَاكَ وَلَكِنْ اكْتُبْ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ فَأَمَرَ عَلِيًّا أَنْ يَمْحَاهَا فَقَالَ عَلِيٌّ لَا وَاللَّهِ لَا أَمْحَاهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرِنِي مَكَانَهَا فَأَرَاهُ مَكَانَهَا فَمَحَاهَا وَكَتَبَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ فَأَقَامَ بِهَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا أَنْ كَانَ يَوْمُ الثَّالِثِ قَالُوا لِعَلِيٍّ هَذَا آخِرُ يَوْمٍ مِنْ شَرْطِ صَاحِبِكَ فَأْمُرْهُ فَلْيَخْرُجْ فَأَخْبَرَهُ بِذَلِكَ فَقَالَ نَعَمْ فَخَرَجَ و قَالَ ابْنُ جَنَابٍ فِي رِوَايَتِهِ مَكَانَ تَابَعْنَاكَ بَايَعْنَاكَ
Dari Al Barra' bin Azib RA, dia berkata, "Ketika Rasulullah SAW dihalang-halangi untuk
menunaikan ibadah haji, sedangkan kaum muslimin tidak dapat menerima tindakan itu, maka penduduk kota Makkah mengajak berdamai dengan Rasulullah, bahwa beliau boleh masuk ke kota Makkah dan tinggal di dalamnya selama tiga hari dengan tidak boleh membawa senjata, kecuali dengan sarungnya. Di samping itu, beliau tidak boleh membawa seorang dari kaumnya yang berada di kota Makkah, serta beliau tidak melarang siapa saja dari penduduk Makkah yang akan tinggal di sana. Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Ali, 'Hai Ali, tulislah perjanjian antara kami ini. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Inilah yang diputuskan oleh Muhammad pesuruh Allah: Ternyata orang-orang Quraisy tidak menerima pernyataan itu dan memprotesnya kepada Nabi Muhammad SAW, 'Hai Muhammad, seandainya kami percaya bahwa kamu adalah utusan Allah, maka kami akan mengikutimu. Sebaiknya tulislah nama Muhammad bin Abdullah!' Kemudian Rasulullah SAW menyuruh Ali untuk menghapus kalimat utusan Allah. Tetapi Ali bin Abu Thalib bersikeras tidak mau menghapusnya, 'Demi Allah, saya tidak akan menghapusnya.' Rasulullah bersabda, 'Kalau begitu tunjukkan kepadaku di mana kalimat utusan Allah itu hai Ali.' Lalu Ali menunjukkan tulisan tersebut kepada Rasulullah. Kemudian beliaupun menghapusnya dan menggantinya dengan kalimat "putera Abdullah." Lalu Nabi tinggal di kota Makkah untuk melaksanakan haji selama tiga hari. Pada hari yang ketiga, kaum musyrikin berkata kepada Ali, 'Sekarang adalah hari terakhir, seperti yang dijanjikan sahabatmu. Oleh karena itu, himbaulah sahabatmu untuk segera keluar dari kota Makkah." Ketika hal itu diberitahukan kepada Rasulullah, maka beliau pun berkata, 'Baiklah: Lalu beliau keluar." {Muslim 5/174}
عن أَنَس بْن مَالِكٍ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ إِلَى قَوْلِهِ فَوْزًا عَظِيمًا مَرْجِعَهُ مِنْ الْحُدَيْبِيَةِ وَهُمْ يُخَالِطُهُمْ الْحُزْنُ وَالْكَآبَةُ وَقَدْ نَحَرَ الْهَدْيَ بِالْحُدَيْبِيَةِ فَقَالَ لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَةٌ هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا جَمِيعًا
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Ketika turun ayat Al Qur'an, 'Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu hingga ayat yang berbunyi, 'Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah.' hal itu memang ada hubungannya dengan Hudaibiyah. Semula mereka merasa sedih dan gelisah tetapi Rasulullah sempat menyembelih hewan kurban di situ. Setelah itu beliau bersabda, 'Sesungguhnya ada satu ayat yang diturunkan Allah kepadaku yang lebih aku sukai daripada seluruh isi dunia." {Muslim 5/176}